Derita Putri, Bocah Miskin dengan Kulit Membungkus Tulang

Derita Putri, Bocah Miskin dengan Kulit Membungkus Tulang

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Jagad maya Aceh  dihebohkan dengan kabar sesosok bocah malang dari keluarga miskin di Kabupaten Aceh Utara menderita sakit aneh, tubuhnya kurus kering, bahkan terlihat seperti kulit membungkus tulang. Dialah Putri Aura (11), asal Gampong Meunasah Trieng, Kecamatan Lhoksukon.

Kabarnya bocah manis tersebut sudah hampir setahun  terbaring di ranjang. Ia kesulitan untuk menelan makanan, minum dan kerap muntah.  Bahkan sejak beberapa bulan lalu tidak bisa lagi duduk, apalagi berjalan.

Mirisnya lagi, Putri dan keluarga menghuni rumah yang terlihat  reot berkayu lapuk. Ayahnya Bukhari (40) seorang buruh tani dan pekerja serabutan. Dan  tidak bisa berbuat banyak, karena tidak cukup uang membawa putri sulungnya itu berobat, alhasil Putri Aura hanya tertangani medis dan obat kampung  seadanya. 

Saat dihubungi anteroaceh.com, Rabu (31/3/2021) Bukhari mengaku Jangankan membawa anak berobat, untuk memenuhi makan istri dan keempatnya anak Bukhari sangat kesulitan.

Ia bercerita anak anak sulungnya itu mulai sakit sejak Mei 2020, saat itu Putri  demam tiba-tiba usai pulang mengambil rapor kenaikan kelas V di sekolah tidak jauh dari rumahnya. Demam tinggi membuat Putri sangat lemah. Disaat itu pula, tiba-tiba istrinya melahirkan. Kejadian itu membuat Bukhari semakin panik.

“Saat Putri sakit, saya hendak bawa dia ke rumah sakit, tiba-tiba  istri  melahirkan anak  keempat di rumah , saat itu  saya bingung, bila pergi ke rumah sakit, istri saya tidak ada yang jaga. Jadi saya putuskan untuk cari obat dari bidan saja,” terang Bukhari dengan nada sedih.

Ia juga mengaku selama ini Putri sempat dibawa periksa ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia di Buket Rata, Lhokseumawe. Terakhir berobat ke rumah sakit pada Desember 2020 lalu, saat itu demam tinggi kumat lagi. Bukhari harus menggedong Putri menyusuri banjir menuju ke jalan raya.

“Terakhir ke rumah sakit kalau tidak salah pada bulan Desember lalu. Saat itu sedang banjir di sini, saya harus menyusuri banjir membawa dia ke rumah sakit. Kata dokter anak saya sakit Tifus dan paru-paru. Katanya, bila saya terlambat lagi bawa ke rumah sakit anak saya bisa kena step,” kata Bukhari lagi.

Setelah itu jelasnya, Putri tidak pernah dibawa  berobat lagi, karena ia  belum ada uang. Ia dan istri hanya bisa pasrah melihat kondisi anaknya yang kian hari kian memburuk. Apalagi utang untuk membawa Putri berobat beberapa waktu lalu belum lunas. 

Malu Minta Bantuan 

Bukhari selama ini belum pernah mendapatkan bantuan untuk biaya berobat anaknya. ia tidak berani meminta bantuan ke aparatur desa, karena malu. Takut disebut orang tua yang tak mampu mencari uang untuk berobat anak.

“Saya malu minta bantuan pak, karena saya orang miskin, takut dikatain meminta-minta dan tak mampu mencari uang untuk mengobati anak. Jadi saya putuskan tidak minta bantuan siapapun, termasuk ke orang di desa,” sebut Bukhari.

Saat ini Bukhari hanya butuh uang selama menjaga anaknya di rumah sakit. Untuk memenuhi kebutuhan makan anak dan istri di rumah.

“Bila Putri  dirawat inap di rumah sakit, saya pasti tidak kerja. istri dan anak tidak bisa makan. Bila ada bantuan saya hanya butuh dana itu, semoga ada yang membantu. saya ingin Putri kembali sehat dan bisa sekolah seperti teman-temannya,” pungkas Bukhari.

Komentar

Loading...