Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Demam Bunga di Masa Pandemi, Melda Raup Rupiah Dari Membuat Pupuk Organik Cair

Demam Bunga di Masa Pandemi, Melda Raup Rupiah Dari Membuat Pupuk Organik Cair
Melda Sartika, warga Aceh Barat saat memparaktekkan pembuatan Pupuk Organik Cair (Foto: ist)

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Tren menanam bunga terus berkembang pesat selama masa pandemi Covid-19 melanda, mulai dari sekedar hobi sampai dijadikan ladang penghasilan sehari-hari. 

Selama proses penanaman bunga, tentu saja pemilik bunga harus tahu cara merawatnya agar semakin sehat dan indah. Karena jika tanaman semakin sehat dan indah, maka harga jual juga akan semakin mahal.

Tentunya kita pasti tidak ingin, jika sudah dibeli mahal-mahal tetapi malah layu dan mati saat dibawa pulang ke rumah. 

Berawal dari peminat bunga yang terus meningkat selama pandemi Covid-19, Melda Sartika (25) warga Aceh Barat mulai terinspirasi untuk mengembangkan ide bisnis sambilannya membuat Pupuk Organik Cair (POC). 

Melda memngaku, awalnya hanya sekedar hobi menanam bunga, kemudian berlanjut menjual bibit bunga dan kembali berinovasi membuat pupuk organik  untuk perawatannya. 

"Karena saya juga jual bunga, jadi sambilan gitu jual pupuk organik cairnya. Belajar buat pupuk itu juga dari ayah saya, Hasbi, SP yang kebetulan seorang mantan dosen pertanian di Fakultas Pertanian UTU," ungkap Melda kepada anteroaceh.com, Minggu (22/11/2020) siang.

Dikatakannya lagi, hal itu dilihat sebagai peluang bisnis baru dengan penghasilan yang bisa dikatakan lumayan. 

Selama satu bulan terakhir, ia juga sudah melakukan panen tiga timba cat atau lebih kurang 60 liter POC yang dijual per liternya Rp. 10-11ribu. 

"Alhamdulillah modal awal sekitaran Rp. 500 ribu sudah ada hasil sampai 3 jutaan per bulan jika laku tiga ember," ucapnya.

Hasil Pupuk Organik Cair (POC) yang sudah siap dikemas dan dipasarkan mulai dari ukuran 350 ml- 1 liter. Foto: For anteroaceh.com

Adapun wilayah pemasaran POC miliknya selain khusus di kawasan Aceh Barat, tapi sekarang Melda sudah memiliki pelanggan tetap dihampir seluruh Kabupaten/Kota di Aceh, dan bahkan beberapa diantaranya ada dari Medan dan Bandung.

Pupuk Organik Cair ( POC) yang diproduksi Melda selama dua bulan terakhir ini punya banyak kelebihan, diantaranya dapat mengaktifkan dua jenis mikroba baik untuk tanah sehingga dapat menggemburkan tanah, mempercepat pertumbuhan pucuk baru dan membuat akar tanaman menjadi sehat.

Selain itu, proses pembuatannya juga sangat mudah dan murah. Siapa saja bisa melakukannya di rumah dengan menggunakan bahan utama organik seperti kulit buah ataupun sisa sayuran layu/busuk bahkan bisa memanfaatkan limbah rumah tangga seperti sisa kulit bawang, tomat dan bahan organik lainnya.

"Tapi, seperti sampah cabai itu saya tidak ambil, karena sifatnya pedas dan takutnya nanti ada tanaman yang tidak cocok," terang Melda.

Ia juga tidak segan untuk berbagi cara pembuatan pupuk organik yang selama ini diproduksinya dan bisa dipraktikkan langsung oleh siapa saja di rumah. 

Dikatakan Melda selama ini ia menggunakan takaran satu ember cat berukuran 25 kg dengan bahan campuran organik berbagai macam kulit buah, sayuran layu/busuk dengan jumlah setengah ember tersebut.

Tidak usah bingung mencari bahannya dimana, wanita yang berprofesi sebagai bidan di salah satu puskesmas di Abdya itu biasa mencarinya di pasar tradisional Meulaboh bahkan sisa kulit buah biasa didapatinya di tempat-tempat penjualan jus.

Kemudian lagi, bahan lain yang diperlukan adalah setengah kilogram gula pasir, pupuk organik bakteri fermentasi EM4 sebanyak tiga tutup botol dan air secukupnya hingga sisa tangan satu jengkal ember cat sebagai tempat berkembang mikroba nantinya.

"Semua bahan organiknya tidak perlu dicuci dan langsung saja dicampur. Kecuali sayur buahnya bertanah pasir boleh dicuci. Kalau bergetah buah sayur itu lebih bagus karena akan lebih cepat difermentasi," ucap Melda.

Setelah semuanya tercampur, larutan tersebut ditutup dan didiamkan selama minimal  5-7 hari sebelum di panen. Akan tetapi, tambah Melda poc akan semakin bagus jika didiamkan semakin lama. 

Cara Pemakain Pupuk Organik Cair di Tanaman

Pemakaian poc bisa disiram ke tanaman jenis apa saja, terutama tanaman bunga. Dampaknya akan segera terlihat minimal 3-4 hari setelah penyiraman. Tunas baru akan muncul, tanaman jenis dedaunan akan lebat, terlihat sehat dan juga mengkilap.

 Adapun cara pemakaiannya adalah dengan perbandingan 1 poc : 10 air, misalkan 1 tutup poc : 10 tutup air atau 1 liter poc : 10 liter air. Bisa langsung disiram seperti biasanya ke media tanam setiap pagi dan sore hari atau jika sedang musim hujan bisa disiram minimal 2-3 kali seminggu.

Cara Penyimpanan Sisa Pupuk Organik Cair

Tidak perlu panik jika masih punya banyak sisa poc di rumah, selain bisa dijual juga masih bisa disimpan karena tidak akan ada kadarluasanya, bahkan semakin lama disimpan mikroba baik untuk tanaman akan berkembang semakin baik.

"Penyimpananya misal kita letakkan di dalam botol, itu jangan terlalu penuh melimpah. Sisakan 1-2 jari agar ada udara untuk mikrobanya bertahan hidup dan saat kita buka nantinya akan tercium aroma seperti tape yang sudah lama di simpan," pungkas Melda.

Bagaimana? Tertarik untuk membelinya atau langsung ingin mempraktikkannya sendiri di rumah?

Komentar

Loading...