Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Delapan Tahun Buron, Kejati Tangkap Seorang Terpidana di Warkop Lampulo Banda Aceh 

Delapan Tahun Buron, Kejati Tangkap Seorang Terpidana di Warkop Lampulo Banda Aceh 
Kejati Aceh didampingi Aswas dan Asintel dalam konferensi pers penangkapan buronan terpidana pemalsuan di Gedung Kejati Aceh, Rabu(3/2/2021) siang. (Foto: Uci Setiawan)

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Tim Tangkap Burunon (Tabur) dari Kejaksaan Tinggi Aceh berhasil menangkap Razali (54) warga Kota Banda Aceh  di salah satu warung kopi di daerah Lampulo, Banda Aceh, Rabu (3/2/2021) siang sekitar pukul 12.00 WIB setelah buron selama 8 tahun atas perkara pemalsuan. 

Kepala Kejati Aceh, Muhammad Yusuf mengatakan menurut pengakuan terpidana ianya selama ini berprofesi sebagai nelayan dan cukup lincah bersembunyi.

Tim Tabur juga telah melakukan pemantauan selama satu bulan terhadap terpidana sampai akhirnya ia ditangkap tanpa perlawanan. 

"Selama ini terpidana lincah melakukan persembunyian, kadang-kadang melarikan diri, bersembunyi di laut, di dalam mobil, dan berpindah - pindah," ungkap Muhammad Yusuf kepada awak media dalam konferensi pers yang dilakukan di Gedung Kajari. 

Disebutkan Yusuf, terpidana terjerat perkara pemalsuan di mana pada tanggal 18 April 2011 silam mengajukan pinjaman sebesar Rp108 juta dengan jaminan BPKP mobil atas nama korban.  

Ajuan pinjaman tersebut, sebutnya dilakukan tanpa sepengetahuan korban, begitupun tanda tangan korban yang ikut dipalsukan oleh terpidana. Korban baru mengetahui hal tersebut dan membuat laporan, setelah jalan 2 bulan angsuran yang oleh terpidana tidak dibayarkan. Petugas pemberi pinjaman tersebut menagih uangnya kepada korban. 

"Korban merasa tidak pernah meminjam uang pada PT tersebut, sehingga saksi melaporkan terpidana ke Polresta Banda Aceh untuk diproses secara hukum," lanjut Kepala Kejati 

Dikatakannya lagi, terpidana sudah dieksekusi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Banda Aceh dengan putusan Mahkamah Agung nomor : 2248K/Pid/2012 tertanggal 25 Juni 2013 silam . Saat hendak dibawa ke lembaga permasyarakatan dan telah dikirimkan tiga kali surat panggilan terpidana tidak juga menuruti dan malah melarikan diri. 

Akibat perbuatannya, terpidana dikenakan pasal 263 ayat (1) KUHPidana dengan pidana selama 7 bulan penjara.
Dengan ditangkapnya Razali, jumlah buronan keseluruhan Kejati Aceh saat ini yang masih belum ditangkap menjadi 41 orang lagi  

"Kami mengingatkan kembali kepada buronan diwilayah hukum Kejati Aceh agar segera menyerahkan diri, karena Tim Tabur sampai saat ini terus memantau keberadaan para buronan," pungkas Kepala Kejati Aceh, Muhammad Yusuf. 

Komentar

Loading...