Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Dari Mobil Mewah Hingga Emas Batangan, Ini Aset Vina yang Disita Polisi

Dari Mobil Mewah Hingga Emas Batangan, Ini Aset Vina yang Disita Polisi

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com – Polres Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil menyita puluhan Barang Bukit (BB) dari hasil pengembangan kasus yang melibatkan mantan karyawati Bank BRI Cabang Blangpidie, berinisial RS alias Vina (26).

Adapun barang bukti yang berhasil disita oleh penyidik Satreskrim Polres Abdya, diantaranya dua unit mobil yakni Honda Jazz BL 1336 BI dan Honda HRV BL 1381 BZ, kemudian tujuh unit sepeda motor, satu batang emas antam 50 gram, sebuah kulkas dua pintu serta satu mesin cuci.

Kemudian, satu Dispenser, enam unit TV Led, satu open listrik, lima Handphone, satu EDC BRI, lima kartu ATM, tiga lembar STNK, dua lembar BPKB, dua sepeda lipat, satu lembar buku BBI Syariah, tujuh lembar kwitansi, satu examplar rekening koran, satu buah ID card BRI dan dua gelang perhiasan emas serta uang tunai Rp. 3.358.000.

Dalam keterangannya Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution, SIK saat konfrensi pers, Rabu (22/7/2020), dari semua semua barang bukti atau aset yang sudah berhasil disitapolisi sudah termasuk barang bukti yang sebelumnya sudah dilakukan penyitaan.

“Jika dihitung dengan uang, nominal semua barang atau aset yang kita sita berjumlah Rp 1.719.200.000,” ungkap Muhammad Nasution yang didampingi, Waka Polres Abdyaz Kompol Zainuddin dan Kabag Ops AKP Haryono serta Kasat Reskrim Polres Abdya, AKP Erjan Dasmi, S.T.P.

Barang bukti yang berhasil disita, kata Nasution, pihaknya mengambil dari berbagai wilayah, salah satunya dari Kabupaten Aceh Selatan.

“Jadi uang Rp. 3 miliar tadi kita akan terus kita kembangkan, meskipun uang itu menurut pengakuannya dihabiskan untuk keperluan pribadinya, akan tetapi kita tetap akan terus melakukan pengembangan, siapa tahu masih ada aset yang dibelikan oleh Vina, sehingga jumlah uang itu nilainya akan kembali turun,” ungkapnya.

Lebih lanjut Muhammad Nasution menjelaskan,  hingga saat ini masih enam orang yang melapor atau belum ada penambahan.

“Kalau saksinya kita sudah periksa sebanyak 29 orang,” jelasnya.

Komentar

Loading...