Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Dana BOS Tahap 1 Untuk Aceh Cair

Dana BOS Tahap 1 Untuk Aceh Cair
Kadisdik Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahap I tahun anggaran 2020 untuk Aceh telah cair.

Kadisdik Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA mengatakan, ia telah menerima laporan dari Bank Aceh sebagai Bank penyalur dan BOS di Aceh.

Rachmat mengapresiasi respon cepat pihak terkait dalam percepatan realisasi dana BOS di Aceh.

Ia meminta para Kepala Sekolah memastikan dana yang sudah disalurkan, harus dipergunakan sesuai dengan aturan yang berlaku dan dilaporkan tepat waktu  sehingga tidak menghambat penyaluran tahap berikutnya.

Disisi lain Rachmat Fitri berharap pihak Sekolah  menggunakan dana tersebut secara efektif,  efisien dan transfaran dengan mempublikasikan di internal sekolah.  

“Saat ini kita sedang menghadapi cobaan yang sangat berat dengan peristiwa COVID-19 ini. Negara sedang berjuang keras agar seluruh kebutuhan dapat terlayani dengan baik,” katanya, Jum’at (24/4/2020).

Katanya, saat ini proses belajar mengajar tidak dapat berjalan secara normal, sehingga terpaksa dilakukan dengan model Belajar Dari Rumah (BDR). Ada kesulitan pada saat kita melaksanakan proses belajar dengan sistim tersebut sehingga kita harus melakukan proses adaptasi.

“Saya berharap dana BOS tahun 2020 agar dapat direfocusing  dengan menyesuaikan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS) untuk memastikan proses belajar siswa/siswi  dapat berjalan dengan optimal,” tegasnya.

Kemendikbud RI telah melakukan kebijakan relaksasi pengunaan Dana BOS tahun 2020 agar  mudah meyesuaikan dengan situasi penanganan kedaruratan Covid-19. Hal tersebut tertuang dalam Permendikbud Nomor 19 Tahun 2020 dan Nomor 20 Tahun 2020.

Regulasi tersebut mengatur keluwesan dalam pembayaran guru honorer dan diperbolehkan untuk pembelian pulsa, paket data, dan/atau layanan pendidikan daring berbayar bagi pendidik dan/atau peserta didik dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dari rumah.

Selain itu dapat juga dapat digunakan untuk pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, pembasmi kuman (disinfectant), masker atau penunjang kebersihan lainnya.

“Kondisi seperti ini menjadi kesempatan bagi pihak sekolah untuk berlatih diri dalam menjalankan manajemen otonomi sekolah yang lebih luas dengan semakin besar diberi kepercayaan dan tanggung jawab,” harapnya.

Kadis berharap agar dalam memanfaatkan dana tersebut harus melibatkan para pihak terkait sesuai dengan kewenangannya dalam merencanakan, melaksanakan,  mengevaluasi dan melakukan pertanggung jawaban secara benar dan bertanggung jawab.

Komentar

Loading...