Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Nia Alfi Khaira

Dampak Virus Corona, Mahasiswa Wuhan di Aceh Belajar Online Class

Dampak Virus Corona, Mahasiswa Wuhan di Aceh Belajar Online Class
Foto: Nia Alfi Khaira

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Mahasiswa Aceh yang menempuh pendidikan di Wuhan, China sejak pertengahan Februari 2020 lalu kembali melanjutkan aktivitas belajarnya. Mereka menggunakan metode studi online atau dalam jaringan (daring) dan juga secara live melalui aplikasi weishi.

"Di kampus saya, kelas online sudah berlangsung sejak 12 Februari 2020 lalu. Metode pembelajaran kami dilakukan menggunakan buku online, terkadang juga secara live. Kami menggunakan aplikasi weishi dan weixin (wechat). Mata kuliahnya sendiri seperti biasa, zhonghe, duxie dan kouyu. Online class ini bukan hanya berlaku untuk mahasiswa asal Aceh, Indonesia, tapi juga untuk seluruh mahasiswa lainnya," ujar Nia Alfi Khaira, yang tercatat sebagai mahasiswa Master of Psychology di Central China Normal University, Wuhan, Provinsi Hubei.

Kepada ANTEROACEH.com, Senin (2/3/2020), Nia menyebutkan, dalam aplikasi wechat, terkadang mereka melakukan gabungan voice call, sementara untuk diskusi dikirimkan Power Point Presentation (PPT) belajar sendiri.

"Saya mendapatkan beasiswa Chinese Government Scholarships dan saat ini sudah masuk semester II, namun saya belum masuk jurusan karena masih ikut bahasa. InshaAllah, September mendatang sudah masuk jurusan," ucap Nia.

Kata Nia, sejauh ini belum ada instruksi kepada mahasiswa untuk kembali ke kampus, mengingat virus corona masih mewabah di China.

"Berhenti kelas, tapi tidak berhenti belajar. Intinya saat ini mumpung masih di kampung halaman, jadi dinikmati saja dulu bersama keluarga. Saya berharap semoga virus corona segera mereda dan semuanya kembali baik," kata mantan santri Dayah Terpadu Al-Muslimun, Lhoksukon, Aceh Utara itu. 

Jauh sebelum mendapat beasiswa ke China, mahasiswa asal Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara itu sudah mengukir sejumlah prestasi saat masih menempuh pendidikan di Aceh. Pada tahun 2012 lalu, Nia pernah terpilih sebagai salah satu dari 36 perwakilan kontingen Aceh untuk mengikuti Jambore Asia Pasifik Region-29 di Srilanka.

"Jangan pernah berhenti belajar. Apapun yang saya lakukan, saya berusaha menjadi yang terbaik untuk diri sendiri, keluarga dan juga berharap bisa membanggakan daerah," pungkas Nia Alfi Khaira yang pernah bercita-cita menjadi pakar Bahasa Inggris.

Komentar

Loading...