Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Curiga Selingkuh dengan Istrinya, Pria di Pidie Culik dan Aniaya Seorang Pemuda Selama 20 jam

Curiga Selingkuh dengan Istrinya, Pria di Pidie Culik dan Aniaya Seorang Pemuda Selama 20 jam

SIGLI, ANTEROACEH.com - IR (45) warga Gampong Jiem Kecamatan Mutiara Timur, Pidie ditangkap polisi karena diduga melakukan penculikan dan penganiayaan secara berkelompok terhadap seorang pmuda berinisial NU yang dicurigainya berselingkuh dengan istrinya. 

Atas tindakannya akhirnya IR diamnakan polisi saat sedang berada di terminal Pasar Bereuneun, Sigli, pada Sabtu (10/10/2020) sekitar pukul 23.00 WIB.

Setelah penangkapan dilakukan, polisi juga ikut menggeledah rumah IR dan mengamankan sejumlah barang bukti. Sementara dua pelaku lain masih buron. 

Penangkapan itu dilakukan atas laporan dari NU (20) warga Gampong Rabo, Kecamatan Tiro Treuseb yang menjadi korban penculikan dan penganiayaan karena dituduh berselingkuh dengan istri pelaku.

Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian melalui Kasatreskrim Iptu Ferdian Candra mengatakan saat korban melapor, pihaknya langsung memeriksa korban dan saksi serta konfirmasi ke rumah sakit tempat korban berobat.

"Kemudian langsung kita tinggkatkan ke penyidikan dan mencari serta menangkap terlapor di terminal Pasar Berneun," ucap Iptu Ferdian Candra saat dikonfirmasi anteroaceh.com, Selasa (13/10/2020).

Dikatakannya lagi, kejadian tersebut dialami korban pada hari Jum’at (9/10) yang berlangsung selama 20 jam lamanya dimulai sekitar pukul 02.00 dini hari sampai akhirnya dilepaskan sekitar pukul 22.00 WIB.

"Saat itu korban diajak oleh pelaku lain dengan alasan ingin mengambil mobil untuk disewa, namun ternyata korban di bawa ke perkarangan rumah IR. Saat IR muncul secara tiba-tiba kedua tangan korban diikat dengan tali dan ditarik menuju daerah persawahan," lanjut Kasatreskrim.

Kemudian lagi, tambah Kasat, IR menampar korban dan sempat mengarahkan pisau ke leher korban dengan melontarkan kalimat ancaman tuduhan selingkuh dengan istrinya. 

Penganiayaan terus berlanjut sampai korban mau mengakui bahwa benar dia berselingkuh.

Korban kemudian dibawa ke rumah kosong dekat rumah pelaku dan diikat kedua kaki serta mulutnya dengan kain dan dililit dengan rantai pada bagian leher hingga tangan.

"Korban baru kemudian dilepaskan setelah mengaku dan dibawa ke Polsek Mutiara Timur untuk dilaporkan bahwa ia berselingkuh dengan istri pelaku dengan memperlihatkan bukti rekaman pengakuan korban kepada pihak kepolisian," papar Kasat Reskrim.

Namun setelah korban interogasi polisi, dikatakan bahwa tindakan IR tidak benar dan korban dibebaskan. Korban yang tidak terima langsung balik melaporkan perbuatan pelaku di hari yang sama. 

Komentar

Loading...