Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

CPNS alumni UIN Ar-Raniry ProtesBKPSDM Aceh Selatan

CPNS alumni UIN Ar-Raniry ProtesBKPSDM Aceh Selatan

Tapaktuan, Antero Aceh - Puluhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018 dari alumni UIN Ar-Raniry Banda Aceh melakukan aksi protes kepada pihak BKPSDM Aceh Selatan, Selasa (23/10/2018).

Aksi protes tersebut mereka sampaikan melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan SDM Cut Dini Haryuni S.STP MPA. Pasalnya mereka tidak lolos administrasi dengan menggunakan ijazah S-1 Pendidikan Bimbingan Konseling.

Padahal menurut mereka, daerah lainnya di provinsi Aceh (terkecuali Banda Aceh dan Aceh Selatan) tidak mempersoalkan program study sebagai syarat ikut CPNS tersebut.

"Ini aneh. Daerah lainnya saja di provinsi Aceh ini tidak mempermasalahkan izazah. Tetapi kenapa Aceh Selatan mempermasalahkannya," protes CPNS kepada Kabid Pengembangan SDM Cut Dini Haryuni.

Namun berbagai pertanyaan yang disampaikan para CPNS secara bergiliran tersebut tidak mampu terjawab oleh Cut Dini Haryuni satu persatu. Bahkan, Cut Dini menyarankan kepada CPNS untuk menayakan kepada Sekdakab Aceh Selatan H Nasjuddin SH MM.

Kabid Pengembangan SDM Cut Dini Haryuni ketika menjawab wartawan mengatakan, CPNS yang telah terlanjur mendaftar melalui portal Menpan RB itu program study S-1 Pendidikan Bimbingan Konseling.

"Sedangkan yang diterima sesuai aturan BKN maupun Menpan RB adalah program study S-1 Bimbingan Konseling (BK)," katanya.

Saat beraudensi dengan Sekda H Nasjuddin, hal serupa juga disampaikan CPNS. Mereka menyatakan, hanya di Aceh Selatan tentang jurusan tersebut dipersoalkan.

"Sementara ada beberapa daerah di provinsi Aceh ini tidak mempermasalahkan. Kenapa di Aceh Selatan hal itu dipermasalahkan," ujar perwakilan CPNS, Safrizal, seraya bertanya kepada Sekda H Nasjuddin.

Menanggapi hal tersebut, Sekda H Nasjuddin yang turut didampingi Kabid Pengembangan SDM Cut Dini Haryuni menjelaskan bahwa penerimaan CPNS itu tidak lagi ditentukan oleh daerah melainkan BKN dan Menpan RB.

"Kita hanya menerima berkas, walaupun demikian kita akan mencari solusi. Mungkin dalam 2 atau 3 hari ini dapat kejelasan. Kita akan berkoordinasi lagi dengan BKN," jelasnya.

Bisa saja lanjutnya, sebagaimana di sampaikan Banda Aceh yang membolehkan ikut dengan syarat mendatangani surat peryataan. Jika seandainya lulus tidak diakui atau tidak keluar NIP dengan catatan bukan tanggung Pemkab.

"Berdasarkan formasi yang dikeluarkan Menpan RB ternyata memang prody menajemen Pendidikan Islam tidak ada. Untuk apa kita paksa nanti jika setelah lewat tidak diakui," pungkasnya.

Sebagaimana diumumkan BKPSDM Aceh Selatan jumlah nama - nama yang telah mendaftar ulang sebanyak 4270 pelamar. Sedangkan 203 diantaranya dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi.**

Komentar

Loading...