Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Cerita Keluarga Penghuni Gubuk berdinding Daun Kelapa di Lhokseumawe

Cerita Keluarga Penghuni Gubuk berdinding Daun Kelapa di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Kemiskinan masih menjadi masalah utama di Kota Lhokseumawe, bahkan di Kota berjuluk Petro dollar tersebut masih terdapat warga yang menghuni rumah jauh dari kata layak.

Seperti yang dialami keluarga kecil Azhar (50) di Gampong Hagu Barat Laut, Kecamatan Banda Sakti. Sejak dua tahun lalu, pekerja serabutan itu terpaksa menghuni gubuk kecil berdinding daun kelapa kering bersama anak dan istri yang sakit-sakitan.

“Dulu, saya sewa rumah. sekarang terpaksa tinggal disini karena belum punya dana. Gubuk ini saya buat sendiri dengan bahan seadanya yang saya dapatkan di sekitar sini,” kata Azhar kepada relawan yang tergabung dalam komunitas  Pajero Indonesia  One Chapter Samudera Pasai, Sabtu (18/4/2020).

Komunitas tersebut sangaja menemui keluarga duafa tersebut untuk memberikan bantuan paket sembako  jelang Ramadhan, bersumber dari donasi para anggota.

Azhar mengaku gubuk itu dibangun di lahan kosong milik kakeknya yang sudah lama meninggal dunia.

Ia juga mengatakan tidak memiliki sanak saudara yang mampu, bahkan sudah banyak yang meninggal dunia, jadi tidak ada yang bisa membantunya.

Ia sudah beberapa kali minta bantuan ke pemerintah dan pejabat di Kota ini namun tidak ada hasil hingga sekarang.  Bahkan ada yang mengaku mau membantu, namun saat ditemui malah kabur dengan mobil.

“Saya minta dibantu peralatan kerja seperti alat las dan kompresor, saya juga pernah minta dibangun rumah, tapi karena dalih di KTP saya berstatus wiraswasta , bantuan itu tidak jadi diberikan,” sebut pria satu anak itu.

Untuk memenuhi kebetuhan keluarga, sehari-hari Azhar hanya berharap dari hasil kerja upahan sebagai buruh bangunan atau sesekali bekerja di bengkel. Ia berharap ada bantuan yang bisa dijadikan modal usaha.

Sementara itu, ketua Komunitas Pajero Indonesia One Chapter Samudera Pasai , Muntazar menjelaskan pihaknya sudah menyalurkan paket sembako jelang  kepada keluarga Pak Azhar dan sekaligus melihat langsung kondisi  rumah keluarga tersebut bersama sejumlah anggota komunitas.

“Saya dan teman-teman sangat berharap, dengan kehadiran kami disini sebagai pembuka ruang informasi terhadap kondisi Pak Azhar  bisa menjadi jalan bagi pihak lain untuk membantu, karena yang bersangkutan sangat membutuhkan uluran tangan kita semua,” jelasnya.

Sementara, itu anggota  komunitas Pajero One  Lhokseumawe, Mukhtar Juned yang juga Assistant Manager Manajemen Stakeholder PLN Unit Induk Wilayah Aceh menginisiasi pemasangan listrik gratis dengan daya 450 VA dari dana talangan pegawai PLN Aceh.

“InsyaAllah saya dan teman-teman di PLN akan membantu pak Azhar mendapatkan jaringan listrik. Karena saat ini pak Azhar masih mengandalkan listrik yang ditarik dari rumah tetangga,” jelasnya.

Komentar

Loading...