Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Cerita Guru Pedalaman Aceh Utara  Tentang  Jalan Rusak Peninggalan Exxon 

Cerita Guru Pedalaman Aceh Utara  Tentang  Jalan Rusak Peninggalan Exxon 

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Di awal tahun 90-an Exxon Mobil membuka ekplorasi Migas di kawasan Tanah Merah, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Jalan khusus pun  dibangun menuju ke kawasan pedalaman tersebut dimulai dari Cluster IV di Matangkuli, melintasi, Pirak Timu, Cot Girek dan Langkahan.

Diawal-awal eksplorasi jalur itu ramai kendaraan berat dan lalu lintas kendaraan para pekerja Migas, termasuk digunakan oleh masyarakat untuk bisa menjangkau daerah-daerah perkebunan setempat, bahkan dijadikan akses utama warga menuju ke Seureuke Blok C, Blok B dan Blok A dan sebaliknya.

Namun diawal-awal 2000-an , jalur lurus itu mulai sepi. Mulai rusak parah seperti jalan tak bertuan. Apalagai saat ini, badan jalan berbatu itu sangat licin di musim hujan dan sulit dilalui kendaraan bermotor. Selama itu pula jalan yang membelah beberapa bukit tersebut tidak pernah diperbaiki.

Seperti cerita Nurjannah (50), guru SMPN Langkahan di Blok A. Setiap hari ia terpaksa  melintasi jalur itu untuk menuju ke sekolah mengendarai sepeda motor, dengan jarak tempuh 20 kilometer dari rumahnya di kawasan Bukit Antara, Cot Girek.

“Sekarang musim hujan, jalan berlubang dan berlumpur, batu-batu jadi licin, setiap tanjakan bukit sepeda motor harus saya dorong, biar tak celaka. Sudah beberapa minggu ini hujan tak berhenti, jadi kami disini semakin susah menuju ke sekolah,” ungkap Nurjannah, Senin (14/12/2020).

Nurjannah mengaku kerap terjatuh di jalan, karena ban belakang  kepater (slip karena licin), efeknya ia  telat tiba di sekolah, walau terkadang sudah berusaha berangkat lebih cepat. Namun tetap saja menemui kendala di jalan. 

Ia terpaksa menggunakan jalan itu, karena lebih dekat ke sekolah, dibandingkan dengan jalur kampung yang lebih jauh dan sepi.

“Yang paling sulit itu waktu naik tanjakan bukit, harus digas kencang, biar sepeda motor  bisa naik. itupun harus hati-hati lihat jalan, jangan sampai ban kena batu besar,” jelasnya lagi.

Menurutnya,  selama ini banyak sekali kecelakaan, hanya saja tidak banyak orang tahu. Belum lagi sepeda motor rusak, yang sering terjadi pecah ban, karena kerikil tajam. tidak hanya orang tua, anak-anak siswa juga kerap kecelakaan di jalur buruk itu.

Masyarakat di Kecamatan Cot Girek dan Langkahan lanjutnya, sudah pasrah dengan kondisi tersebut. Karena keluhan yang kerap  disampaikan ke pihak pemerintah tidak digubris. “Pemerintah pasti tau kondisi jalan ini, kami sangat berharap pemerintah mendesak PHE memperbaiki kerusakan, walau tidak maksimal seperti jalan lain, tapi layak jalan lah,” pungkasnya.

Hal senada juga di ungkapkan Hanafiah, seorang warga Langkahan, ia berharap kondisi jalan lintas itu perbaiki.

"Musibah banjir dalam sepekan ini mungkin sudah membuat kami warga susah. Maka kami berharap ada sedikit perhatian pemerintah untuk akses jalan bagus yang kerap kami lalui untuk beraktivitas dan mencari rezeki," harap Hanafiah.

Komentar

Loading...