Calon Pengusaha Elpiji 3 Kg di Abdya Diduga Dipalak Oknum Agen Penyalur

Calon Pengusaha Elpiji 3 Kg di Abdya Diduga Dipalak Oknum Agen Penyalur
Ilustrasi.

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Sejumlah calon pengusaha gas 3 kilogram di kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diduga dipalak oleh oknum agen penyalur gas bersubsidi tersebut. 

Modusnya dengan menggelembungkan uang modal pembukaan pangkalan gas dari Rp. 30 juta menjadi Rp. 60 juta.

Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media, untuk membuka usaha gas elpiji 3 kilogram hanya dibebankan Rp. 30 juta saja. 

Uang Rp. 30 juta itu, digunakan untuk pembelian tabung gas 3 kilo sebanyak 100 tabung, tabung 12 Kg dan tabung 5,5 Kg serta peralatan dan atribut penunjang lainnya. 

Akibat dugaan kutipan liar itu sejumlah calon pengusaha gas itu memilih mundur.

“Iya benar, awalnya disampaikan Rp 30 juta, tiba-tiba naik menjadi Rp 60 juta. karena naik saya membatalkan membuka usaha gas bersubsidi itu,” ujar salah seorang warga Susoh, Saputra, Sabtu (29/5/21).

Hal serupa juga disampaikan oleh, Afzal salah seorang warga Manggeng. Ia mengaku kaget adanya pungutan liar yang menurutnya diluar kewajaran. 

“Kalau Rp. 1 juta atau Rp. 2 juta untuk uang terimakasih kita maklumi, tapi mencapai Rp. 30 juta per pangkalan, itu sudah diluar batas kewajaran,” sebutnya.

Ia mengaku, jika itu dibiarkan dikhawatirkan akan berdampak pada pengusaha elpiji 3 kilogram yang menjual gas melampaui harga enceran tertinggi (HET).

Saat ini HET yang ditetapkan oleh Pemkab sebesar Rp 22.500 per tabung.

“Kalau dijual Rp 23.000 per tabung mungkin masyarakat bisa memakluminya dan masuk akal. Tapi, para pengusaha agar modalnya kembali, pasti akan jual diatas itu bisa Rp. 25.000 hingga Rp.  30.000 per tabung,” sebutnya. 

Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) perwakilan Aceh Barat Daya (Abdya), Suhaimi mendesak penegak hukum untuk mengusut dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum agen gas elpiji 3 kilogram tersebut.

Bahkan, kata Suhaimi, YARA Abdya juga sudah turun langsung kelapangan untuk mengecek informasi dugaan pungutan liar tersebut.

"Dari hasil kami turun ke lapangan, benar adanya dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum agen gas elpiji,” ujar Suhaimi.

Menurut Suhaimi, oknum agen meminta uang sekitar Rp 60 juta kepada calon pengusaha yang ingin membuka pangkalan gas.

“Permintaannya ada dua variasi, ada (calon pengusaha) yang menyetor dua tahap, yaitu Rp. 30 juta tahap pertama dan Rp. 30 jutanya lagi tahap kedua. Bahkan, ada langsung menyetor Rp. 60 juta,” jelasnya.

Ia berharap Pertamina juga harus menindak tegas agen yang melakukan pungli tersebut, terlebih Pertamina sudah turun ke lapangan dan sudah mengetahui siapa agen yang melakukan perbuatan pungli itu.

“Kalau Pertamina tidak menindak tegas, ini patut diduga bahwa pungli ini mendapat restu dari oknum pejabat Pertamina,” pungkasnya.

Komentar

Loading...