Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Cabuli Anak Dibawah Umur dan Ancam Penggal Kepala, Warga Aceh Besar Dirungkus Polisi

Cabuli Anak Dibawah Umur dan Ancam Penggal Kepala, Warga Aceh Besar Dirungkus Polisi

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Polisi dari Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh, meringkus MAW (37) warga Aceh Besar yang berprofesi sebagai petani karena diduga melakukan pencabulan terhadap anak 10 tahun.

Bahkan setelah menjalankan aksinya, pelaku meneror korban agar tidak memberitahu perbuatan bejatnya kepada orang lain, ia mengancam akan memenggal kepala korban jika nekat membocorkan perbuatannya.

Pelaku telah melakukan pencabulan terhadap korban sebanyak enam kali; dua kali dilakukan di kebun dan empat kali di rumah pelaku.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasat Reskrim, AKP M. Taufiq, SIK dalam konferensi pers di ruang gelar perkara Sat Reskrim setempat, Rabu (5/2) mengatakan, kejadian ini berkisar pada bulan Desember 2019 lalu.

“Kejadian tersebut terjadi di kebun dekat rumah pelaku. Saat itu korban sedang bermain, kemudian pelaku mengajak korban ke kebun, dan di setubuhi,” ujar Kasat yang turut didampingi Kanit PPA Ipda Puti Rahmadhani, S.TrK dan Kasubbag Humas Iptu Hardi, SH.

Setelah korban disetubuhi, kemudian pelaku memberikan uang Rp 2 ribu dan diancam apabila memberitahukan kepada orang lain, maka leher akan dipenggal atau dipotong. Seiring waktu pelaku kembali melakukan perbuatan yang sama hingga enam kali.

Perbuatan bejat pelaku awalnya terungkap setelah korban mengeluh sakit pada bagian kemaluan dan melaporkan kepada orang tuanya.

“Korban melaporkan kepada orang tuannya atas kelakukan MAW, sehingga orang tua korban melaporkan ke Polresta Banda Aceh pada tanggal 22 Januari 2020,” jelas Kasat.

Pelaku berhasil diamankan oleh Unit PPA Sat Reskrim yang dipimpin Ipda Puti Rahmadhani, S.TrK pada Senin 3 Januari 2020. Dan saat ini mendekam di sel tahanan Mapolres.

“Pelaku akan dilakukan tes kejiwaan, apakah kemungkinan pelaku mengalami stres akibat kehidupan pelaku dalam berumah tangga sedang tidak harmonis yang sudah berjalan selama 2 tahun,” ujar Kasat.

Sementara itu, korban saat ini dalam pengawasan pihak P2TP2A dan pihak kepolisian sendiri tetap melakukan monitoring kondisi korban, tambahnya lagi.

Akibat perbuatannya, MAW dijerat pasal 81 Jo Pasal 82 UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 35 Tahun 2014 dan UU RI No. 17 Tahun 2016 dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...