Bupati Posting Anggaran KONI Abdya, Tahun Ini Rp.800 juta

Bupati Posting Anggaran KONI Abdya, Tahun Ini Rp.800 juta
Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH

BLANGPIDIE – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) memposting rencana anggaran belanja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat di media sosial miliknya.

Dilihat anteroaceh.com, Minggu (10/10/2021) postingan orang nomor satu di Abdya itu mendapat beragam tanggapan.

Menurut Akmal dalam postingan, ia sengaja memposting anggaran KONI  untuk menjelaskan kepada publik tentang keluhan soal dana olahraga yang kerap diposting diberbagai media sosial.

“Kawan-kawan, keluhan soal dana olahraga seperti sering dimuat di media sosial (medsos), kita sikapi sebagai sebuah dinamika positif,” tulisnya.

Berdasarkan data yang diposting Akmal, Pemkab Abdya telah mengucurkan dana pembinaan olahraga total Rp.5,5 miliar lebih selama empat tahun terhitung sejak 2018 hingga 2021.

“Jadi, biar tidak jadi prasangka berikut rincian anggaran sejak tahun 2018 hingga sekarang, dan contoh untuk apa uang KONI itu dipakai,” ungkapnya.

Khusus untuk Persada, tulis Bupati, pada tahun 2018 Pemkab mengalokasikan dana senilai Rp.790 juta, tahun 2019 sebesar RP.700 juta, tahun 2020 Rp.850 juta dan pada tahun 2021 ini sebesar Rp 200 juta.

Sedangkan untuk KONI lanjut Akmal, pada tahun 2018 sebesar Rp.800 juta, tahun 2019 sebanyak Rp.700 juta, tahun 2020 Rp.850 juta dan pada tahun 2021 sebesar Rp.800 juta.  

“Itu adalah dana publik yang sudah dipakai, Moga masyarakat terhibur dan prestasinya juga sebanding dengan jumlah anggaran yang sudah dihabiskan,” tulis Bupati Akmal Ibrahim.

Kemudian, kata dia, rincian dana tersebut sebagai tanggapan atas sebuah video yang beredar di medsos berisikan pernyataan tim PSSI Abdya yang menyatakan pemerintah daerah kurang perhatian terhadap olahraga.

“COVID-19 ini membuat semua orang mengeluh, bukan saja olahraga, pertanian juga mengeluh tidak cukup dana. PU juga, kesehatan, pendidikan, pesantren juga sama. Semua mengeluh,” katanya menambahkan.

“Apa boleh buat, kita memang lagi krisis berat, jadi mohon pengertiannya, jangan satu sektor merasa harus diperioritaskan, sedangkan yang lain boleh ditinggalkan, jadi mari kita hadapi bersama-sama, semoga krisis ini cepat berlalu,” pungkasnya.

Komentar

Loading...