Bupati Gorontalo Boyong Keluarga dan Staf Ikut Suluk di Ponpes Darul Ihsan Labuhanhaji 

Bupati Gorontalo Boyong Keluarga dan Staf Ikut Suluk di Ponpes Darul Ihsan Labuhanhaji 

TAPAKTUAN, ANTEROACEH.com - Bupati Gorontalo Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd memboyong  keluarga dan stafnya untuk mengikuti sulok di pondok pasantren Darul Ihsan yang telatak di Labuhanhaji, Aceh Selatan, Senin (26/4/2021). 

Kedatangan Bupati Nelson dan rombongan disambut langsung oleh pimpinan ponpes Darul Ihsan, Abuya Syekh H. Amran Waly Al-khalidy, Bupati Aceh Barat Ramli MS yang telah lebih dulu hadir disana dan Ketua MPTT I Aceh Selatan Lisa Elfirasman.

Untuk diketahui ponpes pimpinan Abuya Amran Waly itu memang melaksanakan sulok setiap bulan ramadhan. 

Tahun ini sedikitnya 2.000 orang telah hadir untuk mengikuti kegiatan sulok. Mereka yang datang kesana juga dari berbagai latar belakang mulai dari masyarakat biasa, pegawai hingga pejabat. 

Bupati Gurontalo, Nelson Pomanlingo mengatakan kedatangannya dari jauh ingin melihat dan merasakan langsung bagaimana suluk di Aceh khususnya Suluk Dayah Darul Ihsan.  

"MPTT tidak hanya mengajarkan ilmu tapi juga melatih dalam pengamalan hingga memperoleh rasa dalam ibadah," kata Nelson. 

Saat ini Nelson juga dipercaya sebagai penasehat MPTT wilayah Indonesia Timur. Nelson telah berjanji akan membuat 19 buah posko MPTT I di seluruh daerah yang ada di Gorontalo.  

Nelson menyebut tauhid tasawuf adalah satu jalan untuk mendapatkan kemanisan dalam beragama. 

"Saya mendapat banyak sekali pengalaman selama hampir satu tahun mengikuti MPTT, banyak sekali manfaat dan kemudahan selama mengikuti ajaran tauhid tasawuf, terasa manis dalam beragama, tenang dalam menghadapi berbagai cobaan dan problematika dalam kehidupan," kata Bupati Nelson. 

Nelson juga mengungkapkan kekagumannya kepada sosok Ketua MPTT Asia Tenggera itu, menurutnya Abuya bukan hanya seorang ulama tapi juga pengamal bahkan juga penulis yang begitu banyak karya buku dan makalahnya. 

"Saya saja sebagai seorang akademisi sudah Profesor tidak mampu membuat karya seperti tulisan Abuya, itu sebagai tanda kasih sayang Abuya kepada umat, agar umat ini juga merasakan manfaat dari ajaran yang mulia ini yang dapat membawa keselamatan dan kesejahteraan dunia dan akhirat," sebutnya. 

Nelson menyebut Abuya adalah ulama ummat yang tidak meinginkan keselamatan untuk dirinya saja tapi juga keselamatan untuk ummat seluruhnya.
 
"Di MPTT ini kita disatukan tidak membedakan aliran, saya dari tokoh Muhammadiyah dapat merasakan kemanisan beragama melalui MPTT. 

Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Abuya dan masyarakat Aceh yang telah membuat Muzakarah Tauhid Tasawuf Asia Tenggara dua kali di kota Gorontalo yang banyak memberikan ilmu dan inspirasi bagi saya," katanya. 

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo itu menambahkan, "Kami dari Gorontalo yang dijuluki serambi Madinah dan Aceh sebagai serambi Mekah dapat dipertautkan untuk peradaban dan kemajuan islam akan datang."

Sementara itu, Ketua MPTT I Aceh Selatan Lisa Elfirasman mengatakan antusias masyarakat dari berbagai daerah untuk mengikuti sulok sangat tinggi.

"Bahkan ada yang dari Indonesia timur seperti Bupati Gorontalo, ada ketenangan bathin tersendiri saat mengikuti sulok ini," kata Lisa yang juga anggota DPRK Aceh Selatan.

Ia menyebut dari berbagai golongan yang datang ke ponpes Darul Ihsan banyak yang menyampaikan  mendapat ketenangan dan berbagai kemudahan.

"Yang jelas disini kita dapat menjalankan ibadah dengan nyaman penuh ketenangan dibawah bimbingan Abuya," pungkasnya.

Komentar

Loading...