Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Bupati Abdya Minta Operator Mesin Bajak Sawah Dipecat, Ini Penyebabnya  

Bupati Abdya Minta Operator Mesin Bajak Sawah Dipecat, Ini Penyebabnya  
Petani sembilan Kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sedang mengikuti sesi tanya jawab dengan Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, SH (Foto: Ilyas/anteroaceh.com)

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com – Bupati Abdya Akmal Ibrahim, SH mengaku kecewa terhadap operator mesin bajak sawah, karena menaikan upah di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurut laporan yang diterima Akmal dari salah seorang petani di Kecamatan Baharot, ada operator mesin yang meminta upah bajak sebesar Rp. 800 rupiah untuk satu hektar sawah.

Padahal, pemerintah Kabupaten sudah menetapkan harga bajak sawah milik petani sebesar Rp 600 untuk satu hektar. Sehingga Bupati meminta operator tersebut segera dipecat.

“Saya minta hari ini agar operator mesin itu dipecat, karena selama ini memang harga bajak sawah Rp 600 ribu, bukan Rp 800 ribu, jadi sekali lagi agar operator itu dipecat saja,” ungkap Akmal Ibrahim dalam rapat percepatan pelaksanaan tanam padi MT Gadu 2020, di Aula Balai Benih Padi (BBP), Blangpidie, Jum’at (17//2020).

Akmal menerangkan, jika selama ini harga bajak sawah yang paling murah diseluruh Indonesia ialah kabupaten Abdya.

“Perlu kita tahu bersama, jika selama ini harga bajak sawah di Abdya yang paling murah, jadi tidak ada alasan mereka untuk menaikan harga bajak sawah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Abdya, Nazaruddin sebelumnya mengatakan, sekitar 50 persen hasil musim tanam rendengan di Kabupaten Abdya sudah hampir selesai.

 Ia juga menyampaikan, setelah dilakukan verivikasi, luas lahan baku sawah di Abdya dari awalnya 8.3299 hektar mengalami pengurangan.

“Ini terjadi karena banyak lahan sawah yang dialih fungsikan oleh petani menjadi lahan komoditi perkebunan dan pemukiman, oleh karena itu, untuk mengantisipasi peralihan fungsi lahan pemerintah juga sudah mengeluarkan Perbup agar peralihan funsi lahan sawah kedepannya tidak ada lagi,” ungkapnya.

Untuk diketahui, dalam kesempatan itu para petani sembilan Kecamatan di Abdya, sepakat menanam padi Gadu tahun 2020 secara serentak pada bulan September mendatang.

Selain Bupati, turut hadir dalam acara tersebut, Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution, SIK, Kejari Abdya, Nilawati, SH, MH, Dandim 0110 Abdya, Letkol Czi, M. Ridha Has, ST, MT, Ketua DPRK, Nurdianto, Sekda, Drs, Thamrin, dan Kepala Dinas Pertanian Abdya, Nazaruddin, S,Pd. 

Komentar

Loading...