Bupati Abdya Larang Masyarakat Terlibat dengan Kelompok Tani Cetak Sawah Baru  

Bupati Abdya Larang Masyarakat Terlibat dengan Kelompok Tani Cetak Sawah Baru  

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim melarang kelompok tani dan aparatur pemerintah yang ada di Kabupaten setempat untuk tidak menghadiri undangan dari kelompok tani cetak sawah baru. 

"Imbauan, agar semua aparatur pemerintah, dan kelompok tani yang resmi, tidak menghadiri undangan ini dari kelompok tani cetak sawah baru," tulis Akmal melalui akun Facebook resmi miliknya yang di unggah, Jum'at, (19/3/2021).

Akmal menjelaskan, jika dirinya kenal dengan kelompok tani  cetak sawah baru. Namun, kata dia, pemerintah dengan kelompok tani tersebut tidak pernah terkait persoalan apapun dengan apa yang mereka gagas.

"Saya tegaskan lagi, kelompok ini tak ada kaitan apapun dengan pemerintah, dan pemerintah tak terkait apapun juga dengan prilaku, ucapan, atau program mereka," tegas Akmal.

Lebih lanjut ia menerangkan, persoalan dengan tanah dan kelompok tani, masyarakat agar berhati-hati dan jangan mudah percaya. Masyarakat juga jangan mudah percaya kalau mereka minta-minta uang untuk segala urusan.

"Untuk masyarakat yang sudah terlanjur tertipu selama ini, dapat melapor ke Polsek atau Polres Abdya. Dan Saya infokan, sejumlah oknum masyarakat sudah diperiksa dan di-BAP-kan di Polres abdya. Bahkan sejumlah uang yang dikutip pada masyarakat, juga sudah disita," katanya.

Apabila masih ada masyarakat yang kurang percaya, dan ada keraguan kata Akmal, bisa ditanyakan langsung kepada kepala desa, camat, dan dinas pertanahan Abdya, atau juga langsung pada saya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Abdya, Nasruddin, mengatakan, kelompok tani cetak sawah baru Seuneubok karya abadi Krueng Itam Leubok Raja tidak terdaftar di dinas Pertanian dan Pangan Abdya.

Selain itu, kata Nasruddin, jika kelompok Seuneubok juga sudah dileburkan oleh Bupati Abdya pada tahun 2008 atau 2009 saat periode pertama Bupati Akmal Ibrahim, dengan diganti nama menjadi kelompok tani.

"Jadi untuk kelompok tani yang akan membuka cetak sawah baru dengan nama seuneubok karya abadi krueng itam leubok raja ini tidak terdaftar di dinas pertanian dan pangan Abdya," jelas Nasruddin.

Komentar

Loading...