Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

BPKP Didesak Audit Menyeluruh Proyek Batu Gajah Cunda-Meuraksa sejak Tahun 2013

BPKP Didesak Audit Menyeluruh Proyek Batu Gajah Cunda-Meuraksa sejak Tahun 2013

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh didesak audit investigasi seluruh proyek Batu Gajah pengaman pantai Cunda-Meuraksa Kota Lhokseumawe yang dilakukan sejak 2013.

Koordinator pekerja Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) Alfian menyampaikan pihaknya telah menyerahkan berkas alokasi anggaran proyek  Batu Gajah Cunda-Meuraksa sejak tahun 2013 sampai tahun 2020 ke BPKP. 

Tujuannya, lanjut Alfian agar lembaga pengawasan tersebut bisa melakukan audit investigasi secara menyeluruh karena diduga pekerjaan tidak sesuai spesifikasi. Untuk memastikan ada ketimpangan dan persoalan BPKP harus mengambil langkah itu.

“BPKP Aceh harus melakukan audit menyeluruh sejak tahun 2013 hingga 2020. Karena kuat dugaan kita, persoalan ada di spesifikasi proyek dan  konsep perencanaan. Hasil audit itu nantinya bisa kita saksikan sama-sama,” jelas Alfian, Kamis (11/2/2021).

Berkas yang telah diberikan ke BPKP Aceh itu juga lengkap dengan rekanan, konsultan dan perencanaan. Harapan besar, penegak hukum dan BPKP serius mengusut, apalagi dari alokasi anggaran dan perencanaan awal diduga sudah bermasalah.

“Dugaan by desain di proyek ini oleh pemerintah sangat kuat, dan itu salah satu indikator untuk penegak hukum dan BPKP Aceh untuk melakukan audit secara menyeluruh,” pungkasnya. 

Berdasarkan data LPSE Aceh, tahun 2013 dialokasikan Rp.5,3 miliar sumber Otsus Kota/Kabupaten di Dinas Pengairan Aceh dilaksanakan oleh PT Mandiri Karya Utama Rizky. 

Kemudian dari data LPSE Kota Lhokseumawe, proyek lanjutan  dialokasikan senilai Rp.3,4 miliar di Dinas PUPR Kota Lhokseumawe, tender dimenangkan PT Araz Mulia Mandiri.

Setelah itu, proyek Batu Gajah pengaman pantai Cunda-Meuraksa tersebut dilanjutkan pada 2015 dengan alokasi Rp.12,9 miliar dilaksanakan PT Takabeya Perkasa Grup sumber dana Otsus dinas PUPR Kota Lhokseumawe,  ditahun 2016 juga dilaksanakan oleh perusahaan tersebut dengan nilai Rp.12,9 miliar lebih.

Sempat terhenti selama dua tahun, akhirnya proyek itu dilanjutkan pada tahun 2019 dialokasi di Dinas PUPR Kota Lhokseumawe senilai Rp.6,8 miliar, tender dimenangkan CV Alif Perkasa. Dan di tahun 2020 lalu diplot kembali Rp.4,9 miliar dilaksanan oleh PT Putra Perkasa Aceh.

Saat ini Kejaksaan Negeri Lhokseumawe sedang menyelidiki realisasi Batu Gajah anggaran tahun 2020. Lebih kurang 10 saksi sudah dimintai keterangan dari Dinas PUPR Kota Lhokseumawe dan Rekanan. 

Sedangkan, pihak dinas menegaskan tidak terjadi tindak pidana korupsi di proyek tersebut karena realisasi sudah sesuai dokumen kontrak yaitu 123 meter. Sedangkan realisasi ditahun 2019 sepanjang 177 meter.

Komentar

Loading...