BPJS Lhokseumawe Sosialisasi JKN- KIS ke Keluarga Penyintas Thalasemia 

BPJS Lhokseumawe Sosialisasi JKN- KIS ke Keluarga Penyintas Thalasemia 

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe menggelar sosialisasi  program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS),  ke keluarga penyintas  Thalasemia, Kamis (22/04/2021). Pertemuan berlansung  secara daring di Lhokseumawe ini dihadiri oleh 15 peserta.

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan  BPJS Kesehatan Cabang Lhokseumawe  Muhammad Taufik menjelaskan, pertemuan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman penerima manfaat Program JKN-KIS. Apalagi  penderita Thalassemia sangat membutuhkan layanan kesehatan rutin. 

“Masyarakat harus sadar  pentingnya program JKN-KIS, memahami prosedur, hak dan  kewajiban,  karena program ini tidak akan berjalan kalau tidak ada gotong royong iuran dari yang sehat dan yang sakit . kami juga sampaikan tentang perilaku hidup sehat,” ujar Taufik. 

Pertemuan secara daring itu juga ikut memotivasi anak-anak penderita Thalassemia agar selalu memiliki semangat untuk hidup sehat  dan memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan Program JKN-KIS dengan baik.

Kemudian saat acara berlangsung seorang peserta  mengatakan sosialisasi  JKN-KIS berbasis sangat bermanfaat baginya dan anak yang menderita Thalassemia.  

“Biar kita sebagai orang tua juga menambah ilmu, sharing, ada informasi biar lebih jelas, dimana ada permasalahan biar diberikan solusi sama-sama,” ungkap peserta bernama Safitri.

Ia menambahkan selalu  memanfaatkan JKN-KIS untuk menjalani seluruh rawatan dua anaknya kakak beradik yang sama-sama menderita Thalassemia, masing-masing berusia 13 tahun dan 12 tahun.

“si abang umur 13 tahun, dan si adek umur 12 tahun, ketahuan Thalassemia sejak  usia 5 tahun. Alhamdulillah selama pakai  BPJS untuk  berobat, rawat inap, transfusi darah, nggak pernah dipersulit dan nggak diminta bayar,” aku Sufitri.

Untuk diketahui Thalasemia adalah kelainan darah bawaan yang ditandai oleh kurangnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dan jumlah sel darah merah dalam tubuh yang kurang dari normal. Gejalanya adalah  kelelahan, kelemahan, pucat, dan pertumbuhan yang lambat. 

Menurut data Yayasan Thalassemia Indonesia dan (YTI) dan Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) tahun 2021, jumlah penyandang Thalasemia di wilayah Kota Lhokseumawe saat ini mencapai 59 orang.

Komentar

Loading...