Breaking News

Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

BPJS Kesehatan Lhokseumawe Bantah Persulit Pengurusan Administrasi

BPJS Kesehatan Lhokseumawe Bantah Persulit Pengurusan Administrasi
Ilustrasi BPJS Kesehatan. Foto: TEMPO

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - BPJS Kesehatan Lhokseumawe membantah mempersulit pengurusan administrasi aktivasi status kepesertaan Tihawa seperti yang dituding ibu Yusrawati pada Selasa 12 November lalu.

Baca: Keluhan Peserta BPJS Kesehatan Proses Ribet dan Lama, Pasien Masih Sakit Terdata Sudah Meninggal di Lhokseumawe

“Layanan kita baik-baik saja, semua proses berjalan sesuai aturan, hanya saja beliau (Yusrawati) merasa ‘dibola-bola’ saat jam istirahat, seakan tidak dilayani padahal dari awal kita sudah jelaskan saat itu sedang jam istirahat, petugas administrasi pulang kembali pukul dua siang,” jelas M Taufik Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta Kantor BPJS Kesehatan Lhokseumawe, Rabu (13/12/2019).

Dijelaskan juga selama hari kerja, petugas layanan kepesertaan (frontliner ) tetap ada, kalaupun masuk jam istirahat akan diganti dengan petugas lain, sedangkan petugas yang berada di dalam yaitu petugas administrasi langsung pulang saat jam istirahat. yang dibutuhkan Yusrawati adalah petugas administrasi.

“Setahu saya, aktivasi kepesertaan Ti Hawa ibu dari saudara Yusrawati selesai pukul 13.30 WIB, begitu petugas administrasi masuk kantor kembali. Bila terburu-buru seharusnya tak perlu datang ke kantor, yang bersangkutan bisa akses aplikasi mobile JKN, dengan android semuanya layanan ada diaplikasi tersebut,” jelasnya lagi.

Terkait status “Meninggal Dunia” yang keluar di aplikasi BPJS terhadap kepesertaan Ti Hawa, M Taufik juga membantah salah input, menurutnya hal itu terjadi setelah ada instruksi dari BPKP beberapa bulan lalu untuk menyamakan data dengan catatan sipil pusat.

“Data cari Capil pusat yang masuk ke kita Ti Hawa berstatus sudah meninggal dunia. Namun setelah dilaporkan oleh Yusrawati kita perbaiki dengan syarat harus ada keterangan dari kantor desa setempat,” terangnya lagi.

Menurutnya, bila ada pasien butuh pertolongan medis segera, silahkan menuju ke rumah sakit, pihak BPJS Kesehatan memberikan ruang waktu selama 3 hari untuk peserta mengurus kepesertaan BPKS Kesehatan.

Kasus yang terjadi pada Ti Hawa jarang terjadi di BPJS Kesehatan Lhokseumawe, dari 1.700 peserta hanya 25 orang yang mengalaminya sepanjang tahun 2019 ini.

Sedangkan terkait nilai tagihan Rp 53 ribu untuk kelas 1 yang keluar di mesin ATM saat hendak setor tagihan oleh Yusrawati, Taufik menjelaskan itu adalah nilai lama, yang benar adalah Rp 80 ribu per bulan per peserta.

“Dan itu bukan nilai untuk kelas tiga mandiri, seperti yang disebut oleh Yusrawati, karena tagihan per bulan untuk kelas 3 adalah Rp 25.500, kelas 2 Rp 51 ribu dan kelas 3 Rp 80 ribu,” lanjut Taufik.

Ia menghimbau kepada peserta BPJS Kesehatan untuk membuka aplikasi Mobile JKN, caranya bisa didownload di Plyastore atau di Appstore, pilih aplikasi warna hijau, jangan biru, karena di Aceh pakai aplikasi warna itu.

“Silahkan isi semua data di aplikasi itu, nanti akan diketahui status kepesertaan, apakah masih aktif atau sebaliknya, kemudian bila ada permasalahan juga bisa digunakan aplikasi itu dan akan diselesaikan dengan cepat,” pungkasnya.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...