Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

BPJS Kesehatan dorong FKTP Proaktif Capai Indikator KBK

BPJS Kesehatan dorong FKTP Proaktif Capai Indikator KBK

SUBULUSSALAM, ANTEROACEH.com – BPJS Kesehatan Cabang Tapaktuan melakukan pertemuan Monitoring dan Evaluasi Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan (KBK) bersama Dinas Kesehatan Kota Subulussalam, IDI kota Subulussalam, Perhimpunan Klinik & Fasilitas Pelayanan Kota Subulussalam dan Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya Kota Subulussalam melalui video conference pada Rabu (13/5/2020)

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat sistem layanan di FKTP sebagai gerbang utama peserta JKN-KIS dalam mengakses pelayanan kesehatan serta memperkuat fungsi gate keeper Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam program JKN-KIS yang diharapkan dapat berjalan optimal sesuai standar pelayanan medik sehingga diharapkan terjadi peningkatan mutu pelayanan kesehatan di FKTP dalam penyelenggaraan JKN-KIS. 

Sekretaris Dinas Kesehatan Subulussalam, H Alamsyah SKM mengapresiasi kegiatan tersebut, diharapkan kegiatan itu dapat memberikan informasi serta memberi solusi atas permasalahan/kendala yang dihadapi di tahun 2019, sehingga diharapkan dapat berjalan lebih baik di tahun 2020.

Dalam paparannya Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tapaktuan, Asfurina, menegaskan kembali terkait indikator penilaian KBK,yaitu Angka kontak dengan target  ≥ 150 Permil, Rasio Rujukan Non Spesialistik dengan target ≤ 2% dan Rasio Peserta Prolanis Terkendali dengan target ≥ 5%.

“Berdasarkan data capaian KBK, seluruh setiap FKTP di Kota Subulussalam belum mampu melaksanakan indikator KBK, sehingga berdampak terhadap pembayaran Kapitasi yang akan mereka terima, dan hal ini sangat disayangkan,” terang Asfurina

“Salah satu dari akibat rendahnya indikator KBK yaitu Angka Kontak sebagaimana dimaksud adalah FKTP belum menginput secara maksimal kegiatan penunjang angka kontak di aplikasi P-Care. Untuk itu dalam kegiatan selanjutnya akan kita laksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang akan mengundang seluruh FKTP dan admin P-Care,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Subulussalam, Munawaroh.

Bahwa kewajiban FKTP untuk menggunakan aplikasi yang dibangun oleh BPJS Kesehatan. Dengan aplikasi tersebut FKTP dapat mengukur indikator kinerja FKTP secara periodic dan disarankan bagi FKTP untuk memiliki petugas khusus atau Admin P-Care agar administrasi lebih maksimal, yang juga akan berpengaruh terhadap dana kapitasi yang diterima oeh masing-masing FKTP, tambah Asfurina sembari menutup kegiatan.

Komentar

Loading...