BPJS Kesehatan dan Faskes Sepakat Lanjutkan Kerjasama

BPJS Kesehatan dan Faskes Sepakat Lanjutkan Kerjasama

TAPAKTUAN, ANTEROACEH.com – BPJS Kesehatan selaku Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Indonesia memiliki kewenangan dalam menyelenggarakan Jaminan Kesehatan bagi masyarakat melalui Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan baik Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas, Klinik, Apotek dan Dokter Praktek Perorangan) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (Rumah Sakit dan Optik), sehingga semua fasilitas kesehatan di Indonesia diharapkan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan agar tercapainya kesinambungan Program JKN-KIS.

Sebanyak 99 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Tapaktuan sepakat melanjutkan kerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Tapaktuan untuk periode 1 Januari 2021 sampai dengan 31 Desember 2021. 

Terdiri dari 55 Puskesmas, 22 Dokter Praktik Perorangan, 14 klinik Pratama, 1 Dokter Gigi dan 7 Klinik TNI/Polri yang tersebar di 4 Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Aceh Singkil, Kota Subulussalam dan Kabupaten Gayo Lues. 

“Terhadap Fasilitas Kesehatan akan dilaksanakan kredentialing/rekredentialing untuk memastikan mutu layanan yang diterima oleh peserta JKN-KIS terkait dengan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, lingkup pelayanan serta komitmen Fasilitas Kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN-KIS,” terang Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tapaktuan, Asfurina, Selasa (29/12/2020).

Fasilitas kesehatan yang akan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan haruslah memenuhi syarat sebagaimana tercantum dalam Permenkes Nomor 5 Tahun 2018, Surat Edaran Menkes Nomor HK.02.01.MENKES/455/2020 dan Perdirjampelkes BPJS Kesehatan Nomor 10 Tahun 2018

“Kepada Fasiliitas Kesehatan telah kita sosialisasikan terkait hak dan kewajiban, ruang lingkup pelayanan, tarif pelayanan serta komitmen lain yang harus dilaksanakan oleh Fasilitas Kesehatan dalam pelaksanaan kerjasama dengan BPJS Kesehatan”, tambah Asfurina

Adli Yuzar, SKM. M.P.H Kasie Sumber Daya Manusia dan Jaminan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Selatan yang ditemui secara terpisah mengungkapkan, sosialisasi ini sangat membantu Fasilitas Kesehatan dalam memahami keseluruhan isi PKS, terutama yang terkait dengan ruang lingkup pelayanan.  

“Tentu kita sepakat bahwa proses yang dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan ini merupakan upaya dalam rangka memperoleh fasilitas kesehatan yang berkomitmen dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien melalui metode dan standar penilaian yang terukur dan obyektif kepada peserta JKN-KIS,” terang Adli.

Komentar

Loading...