Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Bocah 10 Tahun di Aceh Utara Disiram Air Panas Oleh Ayah Tiri Hingga Punggung Melepuh

Bocah 10 Tahun di Aceh Utara Disiram Air Panas Oleh Ayah Tiri Hingga Punggung Melepuh
N (10) memberikan keterangan kepada penyidik Unit PPA Polres Aceh Utara. Foto: Istimewa

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Ismail, warga Gampong Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara menjadi buronan polisi atas kasus dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur. Pria berusia 32 tahun itu menyiram punggung N (10), anak tirinya dengan air panas, hingga kulitnya melepuh.

Kasus itu dilaporkan Usman (39) ayah kandung korban dengan LP/16/II/RES.1.6/2020/ACEH/RES AUT/SPKT tertanggal 13 Februari 2020. Saat ini kasus penganiayaan tersebut ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Aceh Utara.

“Sekitar pukul 08.30 WIB, Rabu (12/2), Usman menerima telfon dari M Thaib (21) warga Gampong Kota Pantonlabu. Thaib memberitahu Usman bahwa anaknya (N) telah disiram air panas oleh ayah tirinya (Ismail),” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kasat Reskrim AKP Adhitya kepada ANTEROACEH.com, Jumat (14/2).

Mendapat kabar itu, Usman langsung mendatangi rumah pelaku. Namun kala itu, Usman tidak diizinkan bertemu anaknya. Keesokan harinya, Kamis (13/2) siang, Usman berhasil menemui anaknya di rumah kepala dusun (Kadus).

“Melihat anaknya yang kesakitan karena kulit punggungnya melepuh akibat disiram air panas, akhirnya Usman melaporkan kasus tersebut ke Polres Aceh Utara,” ungkap Adhitya.

Menurut pengakuan korban, kata Adhitya, hal itu terjadi di rumahnya. “Saat korban sedang tiduran bersama adiknya di ruang tengah rumah, tiba-tiba pelaku datang sambil memegang gayung berisi air panas dan langsung menyiram korban. Saat itu korban mengaku sangat kesakitan hingga menjerit. Kemudian korban dibawa ke Puskesmas oleh Kamariah, ibu kandung korban,” terangnya.

Adhitya mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih memburu keberadaan pelaku.

“Pelaku sudah masuk DPO dan sedang kita buru keberadaannya. Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 80 Ayat (1) Jo Ayat (2) Undang - undang No 35 Tahun 2014 Perubahan atas Undang - undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” pungkas AKP Adhitya.

Komentar

Loading...