Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

BNN Ungkap Peredaran 48 Kg Sabu Jaringan Malaysia di Aceh Timur

BNN Ungkap Peredaran 48 Kg Sabu Jaringan Malaysia di Aceh Timur

LANGSA, ANTEROACEH.com - Badan Narkotika Nasional (BNN)  berhasil mengungkap peredaran 48 Kilogram sabu di Aceh Timur yang melibatkan oknum ASN yang bertugas di Lapas Kelas II B Langsa dan istrinya. Dalam operasi itu berhasil diamankan 20,5 Kilogram sabu.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Pusat, Irjen Arman Depari saat konferensi pers di halaman kantor BNN Langsa, Jum'at, (11/10/2019) mengatakan selain mengamankan sabu dalam jumlah besar BNN juga berhasil menangkap dua orang pelaku yakni Dusthur (36) dan istrinya Nurmaida (31).

Kedua pelaku ditangkap pada 7 Oktober 2019 di rumahnya di Dusun Petua Amin, Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur

Pengungkapan peredaran narkotika itu berawal dari informasi adanya penyeludupan narkoba dari malaysia. Berdasarkan informasi barang haram itu diseludupkan melalui jalur laut dengan menggunakan boat dan berlabuh di perairan Aceh Timur.

Dari hasil penyelidikan diduga seorang oknum ASN yang bertugas di Lapas Langsa terlibat dalam peredaran gelap narkotika itu. 

“Pada Senin 7 Oktober Tim BNN menggeledah rumah terduga pelaku dan berhasil mengamankan 19 bungkus sabu yang dikemas berukuran 1 kilogram, Barang haram itu disimpan di sebelah lemari dapur yang dibungkus dalam karung berwarna putih,” terang Irjen Arman.

Selain itu, satu unit mobil sedan Honda Civic BL 6 RY dan dua unit HP ikut diamankan sebagai barang bukti. 

Setelah dilakukan introgasi akhirnya istri pelaku menunjukkan satu bungkus sabu ukuran sedang yang diletakan dalam lemari dapur.

“Dari pengakuan tersangka Dusthur, awalnya sabu tersebut berjumlah 48 kilogram, namun sebagian sudah diedarkan di Aceh dan luar Aceh, baik diantar maupun dikirim melalui kurir,” beber Irjen Arman Depari.

Akibat perbuatannya kedua pelaku diancam dengan pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman mati.

Komentar

Loading...