BNN Desak Pemkab Aceh Utara Ubah Ladang Ganja Jadi Kebun 

BNN Desak Pemkab Aceh Utara Ubah Ladang Ganja Jadi Kebun 

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Badan Narkotika  Nasional (BNN)  mendesak  Pemerintah Kabupaten Aceh Utara ubah bekas ladang ganja menjadi kawasan perkebunan.

Hal itu diungkap  Kepala BNN RI Komjen Petrus Reinhard Golose di Lhokseumawe, Selasa (6/4/2021) usai ikut rombongan pemusnahan tanaman ganja seluas  6 hektar di kawasan pedalaman  Dusun Cot Rawatu, Gampong Jurong, Aceh Utara.

“Bupati harus memberdayakan ekonomi kawasan rawan peredaran Narkotika, salah satu caranya mengubah  ladang ganja jadi perkebunan komoditi halal seperti di Sawang. Saya yakin masyarakat akan meninggalkan ganja bila komoditi halal berhasil dikembangkan,” sebut Petrus.

Menurutnya, Bupati Muhammad Thaib harus mampu mendorong   petani meninggalkan usaha tanam ganja dan beralih pada usaha tanaman produktif yang halal. 

Bagi BNN, sambungnya, pemberantasan narkotika   tidak  sekedar  penangkapan dan pencegahan peredaran  ditengah masyarakat, khusus untuk narkoba jenis ganja dibutuhkan upaya lain, seperti mengubah ladang ganja. 

“Hal ini sesuai dengan program BNN  dengan istilah Grand Design Alternative Development (GDAD) fungsi lahan yang tadinya merupakan ladang ganja diubah menjadi tanaman produkif lain,” katanya.

Contoh lain, BNN sudah membentuk Gampong Tangguh dan Bersinar di Desa Mon Geudong, Lhokseumawe. berupa budidaya  lele untuk   pemuda desa pecandu Narkoba. Melalui program itu perlahan memperkecil ruang gerak aktifitas narkoba karena pelakunya dibebani kesibukan positif

Komentar

Loading...