BLT Belum Cair, Dana Anak Yatim Dihapus, Warga Duafa Aceh Utara Tak Beli Daging Meugang 

BLT Belum Cair, Dana Anak Yatim Dihapus, Warga Duafa Aceh Utara Tak Beli Daging Meugang 

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Sebagian besar masyarakat duafa dan miskin di Aceh Utara dipastikan tidak mendapatkan daging meugang  imbas dari belum cairnya dana Bantuan Lansung Tunai (BLT) dan kebijakan penghapusan dana anak yatim dari alokasi dana gampong (ADG) tahun 2021 oleh Bupati Aceh Utara.

Seperti yang dikeluhkan sejumlah aparatur gampong yang diterima anteroaceh.com, Senin (12/4/2021)  menyebutkan banyak warga miskin di desa mereka yang menanyakan soal dana anak yatim piatu yang biasanya dicairkan sehari sebelum hari meugang, namun sampai hari ini belum tersedia.

Muadi  Sekretaris Gampong Buket, Kecamatam Kuta Makmur mengaku kondisi ini semata-mata akibat Perbup nomor 3 tahun 2021 yang menghilang alokasi anggaran anak yatim dan majelis taklim  dari ADG. 

Ditambah lagi, dari Januari hingga Maret dana BLT belum masuk ke kas desa, idealnya, dana itu bisa dicairkan sebulan sekali, per Kepala Keluarga (KK) sebanyak Rp 300 ribu.  Akibat dua masalah itu masyarakat miskin harus gigit jari karena tidak mendapatkan biaya untuk membeli daging meugang.

“BLT belum cair, dana bantuan anak yatim dan majelis taklim tahun ini dihapus dari ADG, jadi sama sekali tidak ada bantuan untuk masyarakat miskin dan anak yatim untuk Meugang ini, kami tidak bisa berbuat apa-apa, kami sangat sedih, karena masyarakat sangat berharap dana itu cair sebelum Meugang,” jelas Muadi.

Ia juga menjelaskan karena dana untuk anak yatim dan majelis taklim tidak disediakan  di ADG aparatur gampong di Aceh Utara harus mengalokasikan item itu  ke dalam Dana Desa (DD), namun sesuai peraturan terbaru, alokasi DD diprioritaskan untuk BLT.

“Kami alihkan ke DD, karena tidak bisa disediakan di ADG. Namun aturannya prioritas DD itu untuk penanganan Covid-19 dan BLT. Kita bisa cairkan dana bantuan itu setelah penyaluran untuk item prioritas pemerintah pusat tersebut,” jelasnya lagi.

Hal senada juga diungkap Mahyuddin  salah seorang Sekretaris Gampong di Kecamatan Pirak Timu. Lazimnya, setiap hari meugang pihak aparatur gampong telah membagi-bagikan dana bantuan untuk anak yatim dan masyarakat duafa, agar mereka bisa membeli daging megang. 

Namun megang Ramadan kali ini, tidak ada sama sekali. Kondisi membuat dirinya dan aparatur desa lainnya tidak bisa berbuat apa-apa mengingat tidak dialokasikan di ADG 2021. 

“Masyarakat miskin di desa saya benar-benar tidak merayakan megang, karena tidak ada dana bantuan di ADG dan BLT. Kami tidak bisa berbuat apa-apa selain merasa sangat kecewa pemerintah,” ucap Mahyuddin.

Menurutnya apa yang dituntut dalam unjukrasa di kantor Bupati, DPRK dan Pendopo Bupati tempo hari mulai dirasakan masyarakat miskin dan anak yatim. Ini bukti masyarakat  menjadi korban terhadap kebijakan buruk pemerintah daerah.

Komentar

Loading...