Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

BKSDA Aceh Apresiasi Polisi Tangkap Pemilik Jerat Listrik Penyebab Gajah Mati

BKSDA Aceh Apresiasi Polisi Tangkap Pemilik Jerat Listrik Penyebab Gajah Mati

SIGLI, ANTEROACEH.com -  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengapresiasi kinerja Polres Pidie dan Baintelkam Mabes Polri yang telah menangkap pemasang jerat listrik hingga menyebabkan seekor gajah mati beberapa waktu lalu.

Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto kepada wartawan,  Rabu (30/9/2020)  tertangkap  BS (33) warga Tua Lala, Kecamatan Mila, Pidie  merupakan prestasi bagi kepolisian dalam mengungkap kejahatan terhadap satwa dilindungi.

BS  adalah pemasangan jerat listrik yang  menyebabkan 1 individu gajah mati pada 9 September lalu, di kebun cabai, di  kawasan perbukitan Glee Cut, Gampong Tua Lala. Diduga kawat beraliran listrik itu sengaja  dipasang untuk menghalau hama babi.

“Ini sebuah prestasi kepolisian dalam penegakan hukum dan upaya perlindungan serta pencegahan perburuan satwa liar di Aceh,” kata Agus.

Ia juga mengapresiasi  Baintelkam Mabes Polri yang turut  memberi supervisi penegakan hukum atas kejahatan menggunakan senapan dan jerat listrik.

Kerjasama penegak hukum menjadi kunci keberhasilan pengungkapan kasus kematian satwa akibat pemasangan jerat listrik. 
Individu Gajah liar yang mati berjenis kelamin jantan, masih memiliki sepasang gading dengan panjang sebelah kiri 82 cm dan sebelah kanan 90 cm dengan perkiraaan umur 15 - 20 tahun. 

Pada bangkai gajah  ditemukan luka bakar di bagian ujung belalai dan kaki depan sebelah kanan.

Agus  menghimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar gajah Sumatera dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa.


Serta tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati. Tidak memasang   jerat listrik, karena  arus listrik tegangan menimbulkan kematian tidak hanya satwa liar namun juga kepada manusia.

Gajah Sumatera (elephas maximus sumatranus) merupakan salah satu jenis hewan yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Permen LH dan Kehutanan nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Perubahan Kedua atas Permen LH  dan Kehutanan nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi. 

Berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species, satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera ini berstatus Critically Endangered atau spesies yang terancam kritis, beresiko tinggi untuk punah di alam liar.

Komentar

Loading...