Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Bingkas Timur  Pukau Penikmat Teater di Banda Aceh  

Bingkas Timur  Pukau Penikmat Teater di Banda Aceh  

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com- “Bulan berselang tahun berganti antagonis semakin berkuasa menindas yang lemah.  Si pemuda yang kini sudah bergelar bapa bangkit kembali dengan bertopeng membela nusa.  Penentangan oleh kezaliman ini tak terhenti begitu sahaja, kerana rasa tergugat Muluk si antagonis mencari jalan mendapatkan bantuan dan pengaruh dari kerajaan luar.  Berundurlah si pemuda mencari peluang menghindari bencana ke Tanah Jawa”

“Di Demak jua menghadapi kisah perebutan tahta, namun dengan perancangan dan pimpinan pemuda ini ianya telah berjaya diamankan.  Di Tanah Jawa ini terbongkarlah kisah sejarah Jawi dan Jawa dari alam Melayu Raya.  Sorotan silam membayangi ketuanan Melayu di Nusantara  Bangkitlah mereka menentang kemungkaran memberantas  kejahatan”

Bukan Melayu tak reti bersilat

Bukan Islam andai tak solat

Bukan beriman tiada syariat

Bukan insan tiada hakikat

Melayu beradab jadi sanjungan

Baik akhlak benar pegangan

Budaya diasuh diberi pedoman

Kepada generasi disalin kefahaman

Itulah  prolog “Bingkas Timur”  kisah  masa hadapan  yang dipertontonkan  Persatuan Teater Melayu (TAMU) , Malaysia berkolaborasi dengan Rumah Budaya Teungku Mahkota, Riau dan Komunitas Teater Rongsokan UIN Ar-Raniry Banda Aceh di Taman  Budaya , Banda Aceh Selasa (5/11/2019) malam.

Kisah yang mengangkat kemunculan sosok pahlawan bangsa Melayu di tengah dunia  penuh huru-hara, perpecahan dan ketidakadilan, seperti menghipnotis  penikmat seni peran di Banda Aceh dan sekitarnya. Naskah 1 jam 45 meni dari TAMU  itu juga tak membuat penonton beranjak  hingga akhir cerita.

Melibatkan 18 pelakon dari Teater Rongsokan,  23 dari Rumah Budaya Teungku Mahkota dan beberapa dari Malaysia, garapan  epik tersebut dikerjakan bersama-sama selama tiga hari sejak tim dari negeri Jiran itu bertandang ke Kutaraja. 

Disutradarai Muhammad Reza Akmal, ass Sutradara Khalili dan Shammas Abu Ali, naskah karya SAF dari Malaysia itu  juga akan pentas di beberapa Negara di Asia Tenggara.

 

“Alhamdulillah, penampilan berjalan sukses, walau agak malam , tapi semuanya menikmati pertunjukan tiga komunitas itu hingga akhir, bagi kami (Teater Rongsokan) ini salah satu garapan besar melibat pelakon dari luar negeri  untuk pertama kali,” sebut Khalili ketua  Teater Rongsokan, Rabu (6/11/2019).

Menurutnya,  teman-teman dari Malaysia  dan Riau sangat menikmati dan merasa bangga bisa mementaskan naskah besar itu di Banda Aceh. Mulai dari diskusi, proses garapan hingga pertunjukan, semua berjalan dengan baik.  Setelah pentas di Banda Aceh, TAMU akan pentas di Thailand, Brunai Darussalam dan Singapura.

Ia  sangat berharap dunia teater di Aceh didukung penuh oleh pemerintah dan pihak terkait, serta dikembangkan menjadi salah satu daya tarik pesona  Aceh di mata dunia. Apalagi Aceh punya sejarah teater Tradisi yang lebih dikenal dengan Sandiwara Aceh yang sudah punah dimasa konflik.

Komentar

Loading...