Bersama Meraih Kemenangan

Bersama Meraih Kemenangan

PEMERINTAH, melalui menteri Agama telah mengumumkan 1 Ramadhan 1441 Hijriah jatuh pada hari Jum’at, 24 April 2020.

Keputusan ini diambil melalui sidang isbat yang dihadiri oleh menteri Agama, wakil menteri Agama, Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI), Ketua Komisi VIII DPR RI yang membidangi Agama, dan beberapa petinggi kementrian Agama.

Namun, tidak semua memulai puasa Ramadhan pada hari Jum’at seperti yang ditetapkan pemerintah. Ada yang memulai hari Sabtu, ada juga yang sudah memulai beberapa hari sebelumnya.

Di Aceh, beberapa Ulama Dayah yang melakukan pemantauan bulan menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada hari Sabtu, 25 April.

Beberapa Ulama itu berasal dari Dayah Darussalam Blang Poroh Labuhan Haji, Dayah Darul Ikhsan Pawoh Labuhan Haji Aceh Selatan, Dayah Serambi Aceh Meulaboh Aceh Barat, Dayah di Lam Ateuk, Aceh Besar dan Dayah Abu Tumin di Blang Bladeh, Bireuen.

Dayah memiliki jejaring yang kuat, melalui alumni yang menyebar di seluruh Aceh, ada yang sudah menjadi pemimpin Dayah kecil atau menjadi Imun chik, Teungku Meunasah, mereka lebih mengikuti amaran dari Dayah daripada Pemerintah. Begitu juga dengan sebagian masyarakat. Ini soal sanat dan keyakinan.

Pengikut tarikat Syattariah Habib Muda Seunagan (Abu Peuleukung) justru sudah memulai puasa pada hari Kamis, 23 April. Sebagian besar jamaah ini berdomisili di Nagan Raya. Perbedaan itu semoga tidak berlanjut pada penentuan 1 Syawal atau hari Raya Idul Fitri nantinya. Semoga kita meraih kemenangan secara Bersama-sama. 

Perbedaan tentang 1 ramadhan bukan hal baru, dan juga bukan hanya di Aceh. Perbedaan atau khilafiah ini sudah berlangsung lama, seumur dengan ilmu dan keyakinan itu ada.

Yang diperlukan adalah sikap arif dalam menghadapi perbedaan itu. Misalnya, orang yang mengambil langkah puasa belakangan, tidak dengan sengaja makan ditempat umum yang dapat memancing tanggapan sosial. kalau dirumah, makan sepuasnya. Karena secara ibadah pertanggungjawabannya dengan yang Maha Kuasa.

Sebagai bentuk tanggungjawab, Redaksi anteroaceh.com tetap berkomitmen untuk melayani informasi pembaca setia, sembari melaksanakan ibadah puasa. Puasa pada hakikatnya adalah menahan diri dari nafsu-tipu daya.

Akhirnya, dibalik meja redaksi, kehadapan pembaca setia, segenap pimpinan dan kru anteroaceh.com mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa.

Semoga puasa kita dicatat sebagai amalan, bukan hanya menahan lapar dan haus sahaja. Marhaban Ya Ramadhan. Mari, Bersatu Dalam Perbedaan.

Komentar

Loading...