Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Berawal Dari Hobi, Seorang Kandidat Doktor di Banda Aceh Hasilkan Uang Jutaan Rupiah Dari Bisnis Ikan Cupang

Berawal Dari Hobi, Seorang Kandidat Doktor di Banda Aceh Hasilkan Uang Jutaan Rupiah Dari Bisnis Ikan Cupang

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Melakukan hal yang disukai adalah salah satu obat mujarab untuk menghilangkan stres di tengah masa pandemi seperti saat ini. Ditambah lagi aktivitas luar yang dibatasi dan semua kegiatan maupun pekerjaan bisa dilakukan di rumah sampai batas waktu yang masih belum diketahui. 

Saat ini, demam tanaman hias masih melanda kaum hawa di mana - mana. Jika perempuan heboh dengan berbagai jenis tanaman bunga dan jual beli dengan harga yang fantastis, lelaki pun tidak mau kalah. 

Kaum lelaki memiliki hobi uniknya sendiri yang juga bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah menjanjikan. Misalnya saja Fadhil Sidiq (30) asal Kedai Kandang,  Kluet Selatan, Aceh Selatan.

Pria yang saat ini berdomisili di kawasan Ulee Kareng, Banda Aceh itu memulai hobi koleksi ikan Cupang (Betta sp) sejak lima bulan terakhir, sampai berlanjut menjadi ladang penghasilan tambahan mencapai jutaan rupiah per bulan. 

"Saya mulai tertarik koleksi ikan cupang selama pandemi ini untuk menghilangkan stres karena saat ini sedang mengerjakan disertasi. Jadi ketika kepala lagi tidak bersahabat untuk berpikir, maka saya harus melihat pergerakan ikan-ikan cupang itu," ucap Fadhil antusias saat disambangi anteroaceh.com di rumahnya, awal Desember 2020. 

Selain ikan Cupang, dosen yang sedang menempuh pendidikan S3 di Universitas Pendidikan Indonesia itu juga mengaku punya koleksi ikan molly dan guppy di rumahnya. Awalnya hanya suka, namun karena koleksi ikan cupang terus bertambah maka terpikir untuk memulai bisnis dengan memanfaatkan media sosial. Toh iklan menggunakan media sosial juga gratis pikirnya. 

Dengan wajah sumringah ia lanjut bercerita, selama tiga bulan terakhir selain menjadi seller ia juga menjadi breeder ikan Cupang. Breeder adalah istilah yang dipakai untuk orang yang mengembangbiakkan ikan cupang dengan cara mengawinkan. Pembeli datang dari berbagai kalangan dan usia.

"Tapi rata-rata yang paling banyak datang adalah mahasiswa karena mahasiswa aktif di sosial media salah satunya di instagram dan mereka penasaran untuk saling komunikasi," lanjut Fadhil.

Pembelinya ternyata tidak hanya di wilayah Aceh, Fadhil mengaku pernah beberapa kali mengirim pesanan ke luar Aceh, tapi dikarenakan selama pandemi jadwal penerbangan keluar daerah sangat jarang dan tidak bisa diprediksi, ia memilih tidak melanjutkan. Bisa-bisa ikan yang dikirim nantinya akan mati.

Dosen Universitas Samudera Kota Langsa itu juga terang-terangan bercerita omsetnya per hari, yang rata-rata berkisar Rp. 200 - 500 ribu atau jika dihitung paling rendah Rp. 200 ribu per hari, maka per bulan untuk pemula sepertinya bisa menghasilkan Rp. 6 juta. 

Selama ini ia mengiklankan ikan Cupangnya di Instagram @cupang_acehnese dan uniknya lagi, disana juga sesekali diadakan sesi tanya jawab seputar ikan Cupang bagi yang penasaran. Selain itu, terkhusus untuk pembeli yang membeli sepasang ikan cupang miliknya serta punya keinginan menjadi breeder, ia bersedia mengajarkan cara melakukan 'breed' sampai ke tahap pembentukan ikan cupang yang sempurna.

Saat ditanyai bagaimana cara pemberian harga ikan Cupang, Fadhil tak kalah semangat menjelaskan.

Ia mengajak tim anteroaceh.com untuk melihat koleksi ikan Cupangnya sembari mencoba menjelaskan agar lebih paham. Tidak jauh dari raung tamu, hanya beberapa langkah lalu berbelok ke kiri dan masuk ke salah satu ruangan menuju samping rumahnya.

Disana ada sekitar belasan toples kaca berisi ikan Cupang yang tertata di dua rak bertingkat. Masing-masingnya diberi sekat selembaran karton agar tidak memicu stres untuk berkelahi satu sama lain. 

Bukan hanya itu, di lantai bawah rak juga tertata sekitar belasan botol plastik lainnya yang berisi ikan Cupang. Dijelaskan Fadhil, untuk penentuan harga akan berbeda setiap seller tergantung bagusnya ikan.

Ia menunjuk salah satu ikan Cupang berjenis FCCP ( Fancy Copper) untuk memperhatikan bagian tubuhnya terutama warna. Pada bagian sirip, bagian kepala hingga setengah badan, dan sebagian ekor ikan tersebut berwarna merah hati, sementara sisanya warna putih. Dari semua itu, yang dilihat mulai bentuk tubuh ikan, salah satu contohnya seperti kesinkronan kedua sisi sirip ikan, kemudian warna tubuh.  Semakin bagus warnanya maka harga jual akan semakin tinggi.

Satu persatu ikan Cupang koleksinya diperlihatkan, namun yang paling laris selama pandemi ini sebutnya adalah ikan Cupang jenis Blue Rim, FCCP dan Multi Colour. Disaat bersamaan, Fadhil juga memperlihatkan hasil ikan yang baru saja berhasil dikawinkan dan mengahasilkan lebih kurang seribuan burayak. 

Selain bercerita seputaran ikan koleksinya dan berbagai tips, ia juga bercerita tentang kendala yang selama ini dihadapinya yaitu terkait pakan dan air. Namun terlepas dari itu semua, Fadhil sangat menikmati hobinya saat ini. Dalam waktu dekat ia juga mengaku akan mengikuti kompetisi ikan Cupang. Bukan hanya sekedar hobi, dijadikan bisnis sekalipun ikan Cupang tidak akan kurang peminatnya dari zaman dulu sampai masa sekarang.

Komentar

Loading...