Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Bencana Ekologi, Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut Tanggung Jawab Siapa?

Bencana Ekologi, Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut Tanggung Jawab Siapa?
Foto: Zaidun Abdi

Oleh: Zaidun Abdi, Direktur Pemerhati Lingkungan Aceh (PALA)

ANTEROACEH.com - Sepekan terakhir, jumlah kebakaran lahan di Aceh lebih kurang mencapai 111,4 Hektare. Suhu panas dan pengeringan gambut berdampak pada kebakaran. Gambut yang sangat kering akan sulit dilakukan pemadaman, karena sudah tidak berfungsi sebagai tanah dan sifatnya sama sepeti kayu kering.

Luas lahan gambut dunia diperkirakan mencapai 38 juta ha, 50{b56f936d96896c313412f74ad9bf48b9c88ad7de293577759c736f28d2f296b0} lebih berada di Indonesia, diperkirakan seluas 25.6 juta ha, tersebar di Sumatera 8.9 juta ha (34.8{b56f936d96896c313412f74ad9bf48b9c88ad7de293577759c736f28d2f296b0}), Kalimantan 5.8 juta ha (22.7{b56f936d96896c313412f74ad9bf48b9c88ad7de293577759c736f28d2f296b0}) dan Papua 10.9 juta ha (42.6{b56f936d96896c313412f74ad9bf48b9c88ad7de293577759c736f28d2f296b0}). Di wilayah Sumatera, sebagian besar gambut berada di pantai Timur, sedangkan di Kalimantan ada di Provinsi Kalimantan Barat, Tengah dan Selatan (Driessenet al, 1974, dalam Setiadi, 1995).

Lahan gambut memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam menyimpan lebih dari 30{b56f936d96896c313412f74ad9bf48b9c88ad7de293577759c736f28d2f296b0} karbon terrestrial, berperan dalam siklus hidrologi, serta memelihara keanekaragaman hayati.

Ketika hutan dan lahan gambut kering, api kecil sekali pun mampu memicu kebakaran. Di Aceh, ada 10 Kabupaten terjadi kebakaran diantaranya Kabupaten Nagan Raya yang meliputi empat Kecamatan, Kecamatan Kuala Pesisir titik kebakaran di desa Suak Puntong, Kecamatan Tripa Makmur tiik kebakaran di Desa Kuala Tripa, Kecamatan Tadu Raya titik kebakaran di desa Cot Mue, dan Kecamatan Darul Makmur titik kebakaran di desa Lamie dengan luas lahan yang terbakar mencapai 32,5 Hektare.

Di Kabupaten Aceh Barat juga terjadi di empat Kecamatan, Kecamatan Johan Pahlawan desa Seunebok, kecamatan Samatiga desa Suak Panteu Breuh, Kecamatan Woyla Barat desa Napai, dan Kecamatan Merubo desa Peunaga Cut Ujong menghanguskan 45 Hektare. Sedangkan di Kabupaten Aceh Jaya menghanguskan sebanyak 2 Hektare lahan di kecamatan Panga, Setia Bakti, Mesjid Raya dan kecamatan Teunom.

Sementara itu, kebakaran di kabupaten Bener Meriah menghaguskan ┬╝ Hektare lahan yang tersebar di kecamatan Timang Gajah desa Sumber Daya. Demikian pula Kabupaten Aceh Barat Daya menghaguskan 3 Hektare lahan di kecamatan Babah Rot.

Di kabupaten Aceh Selatan kebakaran lahan mencapai 3,5 Hektare di kecamatan Bakongan, juga Kabupaten Aceh Tengah dan Gayo Lues yang masing-masing menghanguskan 1 Hektare lahan. Sedangkan di Aceh Singkil kecamatan Gunung Meriah desa Gunung lagan juga ikut terbakar 4 Hektare lahan.

Ternyata di Aceh Besar juga dilanda kebakaran lahan sebesar 19 Hektare di kecamatan Lhong desa Jantang, kecamatan Mesjid Raya desa Ujong Bate, Kecamatan Lembah Seulawah desa Cot Kareung, Kecamatan Peukan Bada desa Berdeun, kecamatan Leupung desa Pulot.

Masalah lingkungan yang di hadapi saat ini pada dasarnya adalah masalah ekologi manusia. Masalah itu timbul karena perubahan lingkungan yang menyebabkan lingkungan itu kurang sesuai lagi untuk mendukung kehidupan manusia.

Lebih dari 99{b56f936d96896c313412f74ad9bf48b9c88ad7de293577759c736f28d2f296b0} penyebab kebakaran hutan dan lahan gambut akibat ulah manusia baik yang disengaja melakukan pembakaran maupun akibat kelalaian dalam mengunakan api.

Dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Pasal 78 ayat (3) menyebut, pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Pada Pasal 78 ayat (4) menyebut, pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 5 tahun dam denda maksimal sebesar Rp 1,5 miliar. Kedua, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan. Pasal 8 ayat (1) menyebutkan, seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi kurungan 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar

Kemudian disahkan kembali dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup. Pada Pasal 108 menyebutkan, seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun serta denda maksimal Rp 10 miliar.

Kebakaran lahan dan hutan gambut seakan-akan sudah menjadi biasa-biasa saja, ironisnya hampir setiap tahun terjadi kebaran lahan yang menghanguskan ratusan hektare lahan.

Apakah tidak ada solusi untuk mengatasi kebakaran tersebut, atau kita menuding kebakaran terjadi karena kuasa Tuhan Maha Esa yang membenci ciptaannya tanpa ada faktor lain yang menyebabkan kebakaran.

Dampak serius yang terjadi Akibat kebakaran hutan, pembukaan lahan, praktek pengolahan lahan yang kurang memperhatikan ekologi, maka terjadi penurunan keanekaragaman baik flora maupun fauna, tak hanya itu kerusakan lingkungan juga mampu mengundang bencana Alam.

Sama halnya kebakaran asap yang ditimbulkan juga menjadi polusi udara yang dapat menyebabkan penyakit pada saluran pernafasan seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), asma, penyakit paru obstruktif kronik. Selain itu, asap bisa mengganggu jarak pandang, terutama untuk transportasi penerbangan. Bayangkan jika Api tak mampu di padamkan..

Kita juga berharap kepada Pemerintah, pihak yang berwenang mengusut tuntas oknum atau kelompok yang merusak lingkungan dan melibatkan masyarakat adat sebagai bagian dari upaya pencegahan dari kerusakan hutan dan lahan gambut, seperti kebakaran hutan, ilegal login juga pertambangan. Karena melindungi wilayah adat [hutan adat] merupakan tanggung jawab masyarakat untuk menjaga tradisi dalam mempraktekkan pengetahuan lokal dari leluhur.

Peran tersebut akan efektif dan berkelanjutan jika hak-hak masyarakat atas wilayah adatnya diakui dan dilindungi karena menjaga lingkungan Alam adalah tugas semua pihak kita tidak bisa menanggap kebakaran itu terjadi semata-mata karena bencana alam. Menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini sangat penting, karena hal ini berpengaruh dalam membangun disiplin diri dalam hal menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.(**)

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...