Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Benarkah Plt Bupati Aceh Selatan Lantik Pejabat yang Sudah Meninggal Dunia?, Ini Pejelasannya

Benarkah Plt Bupati Aceh Selatan Lantik Pejabat yang Sudah Meninggal Dunia?, Ini Pejelasannya

TAPAKTUAN, ANTEROACEH.com - Plt Bupati Aceh Selatan Teungku Amran  memutasi  sejumlah kepala dinas, Kabid, Kasi dan staf ahli pada 23 Januari lalu di Aula Bappeda setempat, namun belakangan diketahui salah satu pejabat yang dilantik sudah meninggal dunia.

Informasi yang diperoleh, pejabat yang meninggal dunia adalah Elviadi BA, dimutasi dari Kasubbag Keuangan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) ke Kasi Bidang Pengendalian Evaluasi pada DP3A dan KB Aceh Selatan.

Elviadi dikabarkan meninggal dunia beberapa hari sebelum mutasi terjadi, atau sebelum SK mutasi ditanda tangan Plt bupati yaitu 22 Januari. Tak hanya itu, Tgk Amran juga melantik  Drs T Darisman sebagai Kadis Kominfo dan Persandian, kabarnya yang bersangkutan masuk dalam jajaran pejabat yang dimutasi tanpa proses seleksi Jabatan Tinggi Pratama.

Kemudian terhembus, ada pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dilantik padahal sudah masuk masa pensiuan. Selanjutnya, untuk lowongan Kepala Dinas Kesehatan masih kosong, padahal dalam seleksi sejumlah nama sudah masuk dalam bursa calon, alhasil Tgk Amran malah menyerahkan tugas sebagai plt kadis  kepada Novi Rosmita SE, M.Kes yang sebelumnya sebagai Sekdis Kesehatan.

Menjawab hal itu, Kabag Humas Setdakab Aceh Selatan  Ramli Tanjung kepada ANTEROACEH.com, Sabtu (1/2/2020) menerangkan, pihaknya telat mendapat informasi dari keluarga terkait meninggalnya Elviadi, hingga berkas SK mutasi akhirnya ditandatangan oleh Plt Bupati.

“Bapak Elviadi meninggal dunia 5 hari sebelum pelantikan, kita telat mendapat kabar dari keluarga, mungkin masih dalam suasana berkabung jadi belum sempat dilaporkan. Kemarin bapak Sekda sudah menjelaskan perihal itu ke wartawan disini (Aceh Selatan),” jelas Ramli.

Terkait dilantiknya Drs T Darisman sebagai Kadis Kominfo, Ramli menegaskan tidak menyalahi aturan, karena seleksi Jabatan Tinggi Pratama (JTP) hanya untuk kursi lowong, sedangkan posisi Kadis Kominfo tidak masuk dalam bursa lelang, karena tidak kosong.

“Drs T Darisman pejabat eselon dua menggantikan pejabat lama yang juga sama-sama eselon dua.  Hal itu tidak masalah. Tentang isu ada pejabat yang sudah masuk masa pensiun ikut dilantik, itu tidak benar sama sekali,” terangnya.

Sedangkan alasan belum definitifnya jabatan Kadis Kesehatan, menurutnya itu hak prerogatif bupati karena mengapresiasi kinerja Novi Rosmita yang telah berbuat banyak terhadap kemajuan bidang layanan kesehatan di Aceh Selatan.

“Jadi Ibu Novi yang sebelumnya Sekdis diangkat menjadi Plt Kadis Kesehatan, itu  sebagai bentuk apresitif  bapak Plt bupati terhadap kinerja beliau, mengingat jasa-jasa yang bersangkutan sehingga layanan Kesehatan di Aceh Selatan mendapat nilai memuaskan dari pemerintah pusat,” pungkasnya.

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...