Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Bekuk Enam Kurir Narkoba Jaringan Internasional, Polda Aceh Amankan 61 Kg Sabu 

Bekuk Enam Kurir Narkoba Jaringan Internasional, Polda Aceh Amankan 61 Kg Sabu 

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com – Polda Aceh berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu jaringan internasional. Dari pengungkapan itu, personel gabungan Ditres Narkoba Polda Aceh dibantu oleh personel Polres Aceh Timur, Lhoksemawe dan Polres Aceh Utara membekuk enam orang kurir dengan barang bukti 61 kilogram sabu berhasil diamankan.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs. Wahyu Widada, M. Phil, dalam konferensi pers, Rabu (6/1/2021) mengatakan, penangkapan kurir sabu jaringan internasional tersebut terjadi didua tempat terpisah setelah mendapatkan informasi adanya pendaratan narkotika via laut.

“Pengungkapan kasus tersebut terjadi di dua tempat terpisah, yaitu di depan terminal Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara dan di Desa Buket Panjo, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur,” ujar Wahyu.

Penangkapan pertama dilakukan di depan terminal Lhoksukon, Aceh Utara, Jumat (1/1/2020) lalu. Tim gabungan melakukan penghadangan terhadap mobil tersangka. Dari sana polisi menangkap lima orang tersangka dan mengamankan barang bukti 15 kilogram sabu.

“Di TKP Lhoksukon petugas berhasil mengamankan 15 kg sabu beserta lima orang tersangka, yaitu FKH (29), AMD (27), ND (55), EDF (28), dan MHD (35),” kata Kapolda.

Barang bukti lain yang berhasil diamankan dalam pengkapan pertama diantaranya 3 unit HP Nokia, 1 unit HP Android, 1 unit mobil Daihatsu Xenia dengan Nopol BL 1601 BN, 1 unit HP satelit merk Thuraya, 1 unit GPS, dan 1 unit Bout nelayan jenis Oskadon.

Setelah dilakukan pengembangan dengan kontrol delivery, tim opsnal kembali menangkap satu tersangka lainnya berinisial RS (41) di Desa Buket Panjo, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, serta mengamankan 46 kilogram sabu.

“Di TKP Aceh Timur petugas mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 46 kg, 1 pucuk senjata api jenis revolver beserta 5 butir amunisi, 1 unit mobil Honda CRV dengan Nopol BK 1348 AAS, 2 unit HP Nokia kecil, dan 1 unit HP Vivo,” tambahnya.

Dari penangkapan itu pelaku dijerat pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2), subs pasal 115 ayat (2), jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat pidana penjara 5 tahun, paling lama 20 tahun dan terberat pidana mati.

Komentar

Loading...