Begini Tanggapan Suami Anna Mutia Setelah Penyebab Tangan Istrinya Putus Terungkap 

Begini Tanggapan Suami Anna Mutia Setelah Penyebab Tangan Istrinya Putus Terungkap 
Anna Mutia. Foto: Istimewa

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Tiga hari telah berlalu sejak kepergian Anna Mutia (28) untuk selamanya pada Selasa (5/1/2020) lalu.

Keluarga mengaku ikhlas atas musibah itu dan tidak ingin menyimpan dendam terhadap pelaku dan menganggapnya murni sebagai sebuah musibah.

Di hari yang sama dengan kepergian Anna, polisi akhirnya berhasil mengungkap misteri penyebab putusnya tangan Anna Mutia. Polisi telah bekerja keras selama sembilan hari untuk melakukan penyelidikan. 

Polisi juga telah berkunjung ke rumah almarhum Anna dan menceritakan kejadian sebenarnya kepada keluarga walau berat, keluarga mengaku ikhlas dan sudah menerima takdirnya.

"Secara umum ini musibah, apalagi setelah tahu itu ketidaksengajaan. Ya kita terima takdir saja," ucap Fajri, suami almarhum Anna Mutia kepada anteroaceh.com, Jum'at (8/1/2021) pagi.

Namun Fajri sangat menyayangkan pelaku berusaha menututup-nutupi kejadian yang sebenarnya dengan niat untuk menghilangkan jejak. 

Pisau pembabat rumput yang patah itu dikatakan Fajri sempat menancap di tangan istrinya dan pelaku sempat melepaskan dan membuangnya lalu bersembunyi.

Sampai akhirnya kedua temannya yang saat itu berada di lokasi yang sama datang menolong, ia kembali keluar dan ikut menolong. Lalu, pelaku juga kembali mencari pisau yang dibuangnya malam itu lalu menguburkannya. 

Bahkan mesin pembabat rumput ikut disembunyikan dan diganti dengan mata pisau baru. Tidak hanya disitu, ia tetap kembali membabat rumput di tempat yang sama tapi kali ini dengan menggunakan parang.

"Respon kita tetap terima takdir, kalau hukum silahkan dijalankan saja. Itupun bukan permintaan kita, jangan salah ya. Polisi yang bilang malam itu kalaupun keluarga tidak menuntut atau setelah menuntut diminta damai dan kita berdamai, yang hukum itu tetap berjalan," terang Fajri.

Ia mengaku sebelum kebenaran terungkap, keluarga membuat laporan ke polisi lantaran curiga ada indikasi lain seperti pembegalan dan sebagainya. 

Bahkan setelah tahu ini murni kecelakaan kerja tanpa unsur kesengajaan pihak keluarga tidak melakukan apa-apa dan bisa menerima keadaannya.

"Dari keluarga kita tidak melakukan apa-apa. Aparat Desa Ujong Padang ada datang kemari dan kita sambut. Kalaupun dari pihak keluarga pelaku ada  yang mau samadiah kemari boleh silahkan. Intinya tidak sampai ada dendam seperti itu," pungkas Fajri.

Komentar

Loading...