Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Begini Kronologi Warga Aceh Barat yang Jadi Tersangka Setelah Protes BLT DD

Begini Kronologi Warga Aceh Barat yang Jadi Tersangka Setelah Protes BLT DD
Ilustrasi.

MEULABOH, ANTEROACEH.com - Rusdi N (35) warga Gampong Suak Pante Breuh, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat ditetapkan sebagai tersangka setelah dilaporkan Keuchiknya karena melakukan aksi protes terhadap penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) beberapa waktu lalu.

Saat dihubungi anteroaceh.com, Rabu (23/9/2020), Rusdi mengaku tak menyangka dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi atas dugaan pencemaran nama baik keuchik. 

Diceritakan Rusdi awal ia dilaporkan karena aksi protes yang dilakukannya terakhir kali dengan seratusan warga sampai berujung penyegelan Kantor Keuchik. 

Rusdi mengatakan, aksi protes waktu itu bukan pertama kalinya dan dilakukan karena warga menuntut keadilan karena penyaluran BLT yang tidak tepat sasaran. 

"Saat itu BLT hanya diberi kepada lima orang anak yatim saja, sementara kalau di data jumlah anak yatim bisa lebih dari lima. Kenapa hanya lima orang saja yang berhak terima BLT?," tanya Rusdi.

Menurutnya, masih banyak lagi warga yang juga layak mendapatkan bantuan tunai tersebut namun tidak dimasukkan ke daftar penerima. 

Ia juga mengatakan setelah aksi protes dilakukan ada sekitar 99 Kepala Keluarga (KK) yang mengajukan diri sebagai calon penerima BLT namun disayangkan hanya orang tertentu saja yang akhirnya menerima bantuan tersebut. 

Tidak sampai disitu, Rusdi Bersama sepuluh orang warga kembali melakukan aksi protes serta penyegelan kantor keuchik kemudian ia dipanggil ke Mapolsek Samatiga sorenya setelah aksi, sekitar pukul 17.00 WIB.

"Waktu itu polisi bilang aksi yang kami lakukan sudah masuk ke tindak pidana karena sudah melakukan penyegelan kantor Keuchik Suak Pante Breuh," ungkapnya.

Namun Rusdi berdalih aksi penyegelan tersebut dilakukannya untuk mencegah ada pihak yang tidak bertanggungjawab masuk kelompok aksi yang ditakutkan akan masuk ke dalam kantor dan merusak fasilitas di dalam. 

Polisi juga meminta mereka untuk segera membuka segel tersebut sampai akhirnya pukul 05.00 WIB Rusdi dan sepuluh orang warga yang diperiksa diperbolehkan pulang.
Rusdi mengaku tidak ada niat melakukan pencemaran nama baik dan semata-mata hanya menuntut hak rakyat dan ingin tahu selama ini dana itu digunakan untuk apa saja.

Sampai saat ini ia masih mempertanyakan kenapa hanya dirinya seorang yang dijadikan tersangka. 

"Padahal waktu aksi kemarin itu saya sampaikan dalam forum resmi bukan secara pribadi di depan Muspika dan disaksikan juga Kapolsek, Koramil dan ada banyak warga yang mendukung," tambahnya.

Ia mengaku siap mempertanggungjawabkan apa yang dikatakannya dan berharap ada pihak terkait untuk segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan.

"Harapan saya harus ada yang turun ke lapangan, diproses mulai dari jabatan dia sampai dia PJ dua bulan ini. Padahal masyarakat disini memang betul menuntut keadilan tapi kalau masyarakat yang maju lagi bisa-bisa nanti kenak lagi," pungkas Rusdi.

Sementara itu, sampai berita ini diunggah anteroaceh.com masih belum memperoleh keterangan resmi dari Kapolsek Samatiga, Ipda Fachmi Suciandi terkait penetapan status tersangka terhadap Rusdi.

Komentar

Loading...