Begini Kronologi TNI Gagalkan Penyeludupan Rohingya di Lhokseumawe 

Begini Kronologi TNI Gagalkan Penyeludupan Rohingya di Lhokseumawe 

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - TNI berhasil menangkap tiga warga Sumatera Utara, saat hendak membawa kabur seorang wanita Rohingya bernama Dilkayas  dari Kamp penampungan BLK, Kandang, Lhokseumawe pada Kamis 5 November lalu.

Dandim 0103 Aceh Utara Letkol Arm  Oke Kistiyanto kepada wartawan, Senin (9/11/2020) menjelaskan, tiga pelaku penyelundupan imigran Rohingya,  yaitu SS (48) dan  NF (40)  keduanya asal Desa Lubuk Raya, Kecamatan Padang Hulu, Tebing Tinggi. JM (30) asal Desa Durian , Kecamatan Bajenis, Tebing Tinggi sudah diserahkan ke polisi.

Penjelasan Letkol Arm Oke, Pelaku berangkat tiba Lhokseumawe pada Kamis  (5/11/2020) pagi sekitar pukul 05.00 WIB menggunakan Avanza putih BK 222 JM. Sempat berisitirahat di SPBU Cunda, depan Hotel Lido Graha.

Pada hari sama sekitar pukul 19.00 WIB  ketiga pelaku berada di sekitar lokasi kamp BLK Kandang. Saat itu NF dihubungi oleh Azis, imigran Rohingya di Malaysia untuk menunggu Dilkayas di luar pagar Kamp tepatnya di jalan rel.

Azis juga mengabarkan NF, ada seorang agen dalam Kamp akan mengarahkan Dilkayas untuk loncat pagar di belakang Kamp kemudian menuju ke jalan rel. 

“Seorang penjaga kamp anggota Kodim, Kopda Mulyadi melihat dan curiga dengan gelagat aneh NF yang lalu lalang di luar pagar Kamp ternyata Kopda Mulyadi mengenali wanita tersebut, karena pernah datang ke lokasi Kamp pada 12 Oktober lalu,” jelas Dandim.

Kemudin Kopda Mulyadi melaporkan keberadaan NF ke Danposramil Muara Dua Peltu Ilham. Selanjutnya dikerahkan lima anggota TNI untuk menemui NF, tapi tiba-tiba wanita berusaha kabur. Dilakukan pengejaran dan akhirnya berhasil ditangkap tepat di jalan rel, samping masjid Assyura Kandang.

Kemudian atas arahannya, petugas TNI melakukan pengembangan. Sekitar pukul 19.50 WIB, SS berhasil ditangkap di Jalan Medan - Banda Aceh, Simpang  Meunasah Blang Kecamatan  Muara Dua Kota Lhokseumawe. Sedangkan pelaku JM ditangkap saat melarikan diri dengan mobil Avanza di Jalan depan SPBU, Cunda.

“Kita curiga mereka adalah sindikat perdagangan Rohingya, namun untuk lebih jelasnya perkara ini sudah kita serahkan ke pihak kepolisian,” pungkas Dandim.

Komentar

Loading...