Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Begini Cara Tak Uuk Curi Barang Milik warga Dewantara 

Begini Cara Tak Uuk Curi Barang Milik warga Dewantara 

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Masyarakat Dewantara, Aceh Utara sudah merasa lega setelah D alias Tak Uuk (31) diciduk unit Reskrim Polsek Dewantara pada Selasa 5 Januari 2021 malam. 

Sang spesialis maling  asal Gampong Keude Krueng Geukuh, Kecamatan Dewantara tersebut telah melakukan 15 kali pencurian di tersebut dan sekitarnya.  Hal itu berdasarkan laporan yang masuk ke Polsek sejak Maret 2020 hingga 2 Januari 2021 lalu.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto saat menggelar pers rilis media di Aula Tribrata, Jumat (8/1/2021) menjelaskan, aksi Tak Uuk mencuri tergolong tak biasa, karena hanya beraksi saat cuaca hujan deras dan mulai pukul 03.00 WIB hingga pukul 04.30 WIB.

“Karena saat cuaca hujan dan waktu dinihari tersebut   korbannya pasti  tidur sangat  lelap, dengan begitu, Tak Uuk dengan mudah mencongkel jendela atau  pintu rumah kemudian masuk ke dalam rumah warga untuk mencuri barang-barang berharga,” jelas kapolres.

Sebagian hasil curian berupa smartphone diberikan kepada tunangannya AS (28), kemudian disembunyikan oleh wanita tersebut.

“AS kita tangkap di rumahnya di Gampong Tambon Tunong, kecamatan sama sehari setelah penangkapan Tak Uuk. Dia juga residivis kasus narkoba dan tunangan dari Tak Uuk, dia kita kenakan pasal penadah barang hasil kejahatan,” tambah Eko.

Barang bukti yang disita dari kedua tersangka yakni  10 smartphone , 1 handphone, 1 sepeda motor matic Honda Scoopy hitam merah BL 4122 KAP, 1 sepeda gunung anak-anak merek Phonix, 1 jam tangan  merek Swiss Army  dan dua buah obeng.

Saat ini penyidik sedang mengembangkan kasus tersebut karena tidak tertutup kemungkinan ada kasus lainnya yang juga melibatkan kedua tersangka.  Dan keduanya mengaku terpaksa melakukan kejahatan tersebut karena menganggur dan butuh uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

D dijerat dengan pasa 363 ayat (1) ke-3e dan ke-5e jo pasal 56 ayat(1) KUHPidana, maksimal kurungan 7 tahun. Sedangkan tunangan wanitanya yaitu AS dijerat denhan  480 KUHPidana dengan ancaman kurungan maksimal 4 tahun penjara.

Komentar

Loading...