Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Begini Cara Oknum Karyawan BRI Cabang Blangpidie Kelabui Nasabahnya  

Begini Cara Oknum Karyawan BRI Cabang Blangpidie Kelabui Nasabahnya  

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com – RS (26) warga Gampong Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), oknum karywan bank BRI yang menggelapkan miliaran uang nasabah sudah ditangkap polisi.

Sejumlah barang milik RS kini juga telah disita. Barang tersebut diantaranya satu unit mobil jenis HRV nopol BL 1381 BZ, lima buah kartu ATM diantaranya, dua kartu ATM BRI Syariah, dua kartu ATM BRI Britama dan satu buah ATM BRI, satu unit EDC Merk Ferifone, tiga unit hanphone dan sejumlah uang.

Dalam upaya penggelapan yang dilakukan, RS memiliki cara jitu untuk mengkelabui nasabah agar mau memberikan uang ratusan juta hingga miliaran rupiah terhadapnya.

Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution, SIK mengatakan, untuk modus operasi, RS menggunakan jasa Pick Up Servis, dan memberikan iming-iming dengan hadiah cukup besar kepada calon korban.

“Jika korban mau dia layani dengan deposito atau nabung di Bank mereka, maka RS akan memberikan bonus sekian-sekian,” ungkap Nasution kepada sejumlah awak media dalam konferensi pers didepan Mapolres Abdya, Selasa (7/7/2020).

Nasution menerangkan, bonus yang diberikan pelaku terhadap nasabah sudah tidak wajar seperti yang biasa dilakukan oleh pihak bank lainnya.

“Pelaku ini memberikan hadiah kepada nasabahnya dengan hadiah iming-iming seperti motor mahal, dan barang-barang, dan juga uang yang diminta oleh pelaku dalam bentuk deposit, sehingga korban tertarik untuk berinvestasi kepada pelaku,” jelasnya.

Kapolres menyebutkan, untuk saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman dalam kasus tersebut. Sehingga, kata Nasution, jika ada hasil yang pihaknya dalami akan diinformasikan kembali kepada awak media.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dari enam orang pelapor, kita sudah menerima laporan kerugian Rp 6, 3 miliar. Sedangkan kemana uang itu digunakan oleh pelaku, masih kita dalami,” terangnya.

Atas perbuatannya, kata Nasution, pelaku dijerat dengan pasal 46 ayat (1) Undang-Undang 10 tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan Junto pasal 372 junto pasal 378 KUHP.

“Pelaku diancam lima tahun penjara dan paling lama15 tahun penjara serta denda sekurang-kurangnya Rp 10 miliar rupiah dan paling banyak Rp 20 miliar rupiah,” pungkasnya.

Komentar

Loading...