Bandar Sabu asal Aceh Utara Ditembak di Tamiang

Bandar Sabu asal Aceh Utara Ditembak di Tamiang

LHOKSUKON -  Dua bandar sabu-sabu ditembak petugas kepolisian karena melawan saat ditangkap di kawasan Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang pada 14 Juli lalu. Beruntung tembakan  hanya kena dibagian betis.

Keduanya adalah S alias LIS (25) dan MA alias Bada (23) tinggal di Komplek Nelayan,Gampong Ulee Rubek, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. Dalam operasi yang melibatkan Polres Aceh Utara, Aceh Tamiang dan Polda Aceh tersebut berhasil disita 7 Kilogram sabu-sabu dan uang puluhan juta. 

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto kepada wartawan di Lhoksukon, Rabu (21/7/2021) menerangkan, awalnya petugas Satres Narkoba menangkap IR (40) di rumahnya di Komplek perumahan  nelayan, Ulee Rubek pada 10 Juli lalu.

Setelah dikembangkan, terlacak dua tersangka lainnya yang berada di kawasan Aceh Tamiang. Pihaknya meminta bantuan dari petugas dari Polres Aceh Tamiang dan Polda Aceh.

“Saat penangkapan, petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur kepada  tersangka S dan MA . Keduanya harus dilumpuhkan dengan tembakan di betis karena melawan,” ungkap Tri.

Sebelumnya, petugas telah menggeledah rumah tersangka S alias Lis di Perumahan Nelayan, Gampong Ulee Rubek. Petugas menemukan 7 kilogram sabu-sabu dalam tas ransel yang disembunyikan diatas loteng rumah.

Tri  menyampaikan, IR terlibat dalam kasus tersebit, karena  membantu memindahkan sabu-sabu  dari pinggir laut ke sepeda motor penjemput, sementara  S dan MA berperan menjemput sabu dengan boat nelayan di laut yang saat itu berjumlah tiga karung.

“Ada 4 Orang DPO yang masih diburu yang masing-masing memiliki perannya sendiri termasuk pengendali sabu ini,” pungkasnya.

Komentar

Loading...