Baitul Mal Aceh Utara Kurangi Anggaran Pembangunan Rumah Duafa Dari Rp.75 juta Jadi Rp.45 juta per Unit 

Baitul Mal Aceh Utara Kurangi Anggaran Pembangunan Rumah Duafa Dari Rp.75 juta Jadi Rp.45 juta per Unit 

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Baitul Mal Aceh Utara telah mengubah kebijakan nilai anggaran untuk pembangunan rumah duafa dari Rp 75 juta per unit menjadi Rp 45 juta. 

Sekretaris Baitul Mal Aceh Utara Zulfikar kepada anteroaceh.com, Kamis (7/1/2021) menjelaskan, perubahan nilai tersebut sudah disesuaikan untuk kebutuhan pembangunan 1 unit rumah bantuan. Sekaligus untuk  menutup celah calo-calo rumah duafa untuk meminta fee.

“45 juta  juga sudah cukup untuk membangun rumah permanen tipe 36, sebelumnya 75 juta, banyak pihak memamfaatkan untuk mendapat uang dari jumlah besar itu, karena ada celah, nah kita perkecil sehingga calo tidak bisa lagi meminta fee , karena dana yang disedikan pas dengan kebutuhan,” sebut Zulfikar.

Ia mengatakan hingga saat ini 904 proposal permohonan pembangunan rumah duafa sudah masuk, namun hanya 380 proposal  yang memenuhi syarat.

Dijelaskan, 380 proposal bantuan yang telah lulus proses verifikasi tidak  semua bisa diakomodir di tahun 2021 karena keterbatasan anggaran di lembaga tersebut. 

Ia menyebut tahun ini Baitul Mal hanya akan membangun 165 rumah.

Pembangunan rumah duaafa akan dilakukan secara swakelola dan akan dilaksanakan secara bertahap mulai bulan Juni nanti.

Selain zakat untuk pembangunan rumah duafa, pihaknya juga  meluncurkan program bantuan modal usaha dengan sebutan  Upzispro, sasarannya adalah  seperti pedagang kecil yang membutuhkan modal usaha mulai dari 1 juta sampai 5 juta.

“Saat ini poposal yang masuk untuk program ini juga sudah sangat banyak, dan dalam waktu dekat akan kita lakukan verifikasi lapangan. Bantuan modal paling besar yang bisa kita berikana Rp 5 juta dan paling sedikit Rp 1 juta,” pungkasnya.

Komentar

Loading...