APAM Gugat Kinerja Gubernur Aceh

APAM Gugat Kinerja Gubernur Aceh

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Puluhan massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Pemuda Aceh Menggugat (APAM) melakukan aksi damai di depan Kantor Gubernur, Kamis (28/1/2021) pagi sekitar pukul 10.30 WIB. 

Dalam orasinya APAM menggugat kinerja Gubernur, Nova Iriansyah.

Pantauan anteroaceh.com di lokasi, peserta aksi menyamoaikan oratsinya secara bergantian.

Salah satu tuntutan massa meminta pihak kepolisian, kejaksaan dan KPK turun tangan untuk mengusut pengelolaan dana penanganan Covid-19 di Aceh. 

APAM menduga anggaran refocusing sebesar Rp.2,3 triliun hanya untuk oknum kroni-kroninya saja, sementara penanganan Covid-19 di lapangan dinilainya masih amburadul bahkan dayah-dayah yang hari ini sangat membutuhkan dana tersebut malah dipangkas dengan alasan refocusing.

Selain itu, massa juga meminta kursi Wagub Aceh yang masih lowong segera diisi oleh partai pengusung.

"Jangan lupa bahwa perdamaian Aceh didapatkan susah payah maka tidak pantas gubernur, partai pengusung dan DPRA membiarkan apalagi jika ingin meniadakan pengisian kursi wagub, sedangkan Aceh dengan segala kompleksitas problematikanya tidak mungkin bisa diurus sendiri," ujar korlap aksi, Agus Ismawan dalam orasinya.

Ia juga meminta agar dana penanganan Covid-19 yang selama ini menimbulkan polemik di masyarakat agar dipublikasikan.  

APAM menduga Gubernur Nova Iriansyah ingin menikmati sendiri APBA hingga 2022, yang selama ini sudah dimonopoli oleh oknum kroni-kroninya. Agus juga menyatakan politisi di DPRA terbukti hanya membela kepentingan pribadi dan kelompoknya.

"Setelah dana pokir mereka diterima oleh Gubernur, mereka diam soal hak interpelasi dan angket. DPRA bahkan tidak peduli dengan jabatan Wagub. Hari ini kami sadarkan rakyat Aceh bahwa di DPRA tak lebih hanya tikus-tikus APBA," lanjutnya.

Diakhir orasinya, ia juga menyampaikan agar pihak kepolisian dan kejaksaan di Aceh untuk menuntaskan kasus beasiswa yang melibatkan oknum DPRA.

"Mari tegakkan kebenaran dan keadilan di bumi Aceh tercinta," pungkas Agus Ismawan.

Komentar

Loading...