Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Anggota DPRK Anton Sumarno Lapor Balik Zahraini ke Polisi

Anggota DPRK Anton Sumarno Lapor Balik Zahraini ke Polisi

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Anggota DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) Anton Sumarno melapor balik Zahraini warga Gampong Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, ke Mapolres setempat atas dugaan pencemaran nama baik, Selasa (21/7/2020).

Laporan yang dibuat Anton Sumarno itu buntut dari laporan dugaan penipuan yang dilaporkan oleh Zahraini ke Polda Aceh dengan terlapor RS, mantan karyawati BRI Cabang Blangidie dan Anton Sumarno beberapa waktu lalu.

Baca: Diduga Terlibat dalam Penggelapan Uang Nasabah BRI,  Oknum Anggota DPRK Abdya Dilapor ke Polda Aceh  

Sebelum membuat laporan polisi, Anton Sumarno mengaku sudah melayangkan somasi kepada Zahraini pada tanggal 8 Juli 2020 agar terlapor meminta maaf kepada dirinya beserta keluarga atas tuduhan penipuan berdasarkan surat yang di layangkan oleh Zahraini kepada Ketua DPRK Abdya dan tembusan kepada DPP PNA serta DPW PNA Abdya. Namun dalam jangka waktu tujuh hari terhitung sejak tanggal 8 Juni surat itu tidak ditanggapi Zahraini.

Anton menegaskan dalam kasus RS alias Vina bukan hanya  Zahraini menjadi korban namun ia juga mengalami kerugian atas perbuatan Vina bahkan, katanya, kerugian yang dialaminya lebih besar dari Zahraini dengan nominal Rp 2,4 miliar.

"Perlu diketahui juga bahwa, selain ibu Zahraini yang mengaku mengalami kerugian atas perbuatan penipuan yang dilakukan Vina mantan karyawati BRI, saya juga mengalami nasib yang serupa, bahkan Vina juga telah menyalahgunakan rekening pribadi saya untuk kepentingannya dalam melakukan modus penipuan tersebut," ungkap Anton.

Selain itu menurut Anton, dalam kronologis yang disamaikan Zahraini ada beberapa hal yang merugikan dirinya secara personal.

"Saya melihat ada beberapa kronologis yang disampaikan oleh ibu Zahraini ada kejanggalan yang dapat merugikan saya secara pribadi," jelas Anton.

Terkait adanya pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini, kata Anton, dirinya menganggap hal tersebut wajar-wajar saja karena ia merupakan seorang anggota DPRK.

"Jadi saya berharap kepada masyarakat jangan hanya mendengar secara sepihak, tanpa pernah menggali dan mendapatkan informasi secara utuh dari saya mengenai kronologis sebenarnya," katanya.

Anton mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial.

“Saya juga meminta kepada masyarakat agar tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya (Hoax) sehingga dapat menjatuhkan harkat dan martabat seseorang dimana konsekuensinya adalah terjadinya tindak pidana pencemaran nama baik,” terangnya.

Komentar

Loading...