Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Anggota DPRK Abdya Sebut Erosi Krueng Babahrot Cukup Ditanggani Secara Darurat

Anggota DPRK Abdya Sebut Erosi Krueng Babahrot Cukup Ditanggani Secara Darurat
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Zulfan, SP

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Zulfan, SP menyebutkan, jika persoalan penanggulangan erosi Krueng Babahrot di Gampong Blang Dalam, Kecamatan Babahrot, Kabupaten setempat, cukup ditanggani secara darurat.

"Sebenarnya penanganan erosi cukup menggunakan anggaran tanggap darurat,  tidak harus diusulkan dulu kedalam anggaran APBK atau Provinsi dan pemerintah pusat," ungkap Zulfan saat menghubungi anteroaceh.com, Jum'at (4/12/202).

Zulfan menjelaskan, apabila harus menunggu pengusulan kedalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK), Provinsi maupun Pusat akan membutuhkan waktu yang lama, sehingga pada akhirnya kebun sawit rakyat akan habis disapu air.

"Kalau kita tunggu pengusulan anggaran kan lama lagi, sehingga nanti kebun rakyat ini habis disapu air, sekarang saja sudah puluhan hektar yang dimakan air, apa harus kita tunggu habis dimakan air baru kita lakukan penanganan," ucapnya.

Ia menerangkan, masyarakat yang memiliki kebun sawit di daerah itu hanya meminta aliran sungai tersebut dikembalikan lagi ke sungai yang dulu, (mati) dengan cara diluruskan saja, sehingga air tidak lagi memakan lahan warga lebih lebar dengan kondisi sungai saat ini.

"Sekarang kan aliran air sungai berbelok kearah perkebunan warga, tapi kalau dikembalikan ke aliran yang dulu tentu tidak memakan lagi perkebunan warga. Dan kalau dikembalikan ke aliran dulu cukup meluruskan kan saja sudah selesai," sebutnya.

Kemudian, katanya untuk sungai yang akan diluruskan ke aliran semula sekitar 300 meter dengan lebar 15 meter. Jadi menurutnya, anggarannya hanya sekitar Rp 50 juta begitu.

"Saya rasa tidak perlulah harus mengusulkan anggaran dulu, dengan tanggap darurat saja sudah cukup, saya rasa dengan biaya Rp 50 juta sudah selesai mengembalikan aliran sungai kedulu. Dan saya berharap bulan satu tahun 2021 persoalan ini sudah bisa ditangani, jika untuk sementara ini sudah ditangani secara darurat, ditahun 2022 nanti baru kita usulkan secara permanen dengan baru gajah," pungkasnya.

Komentar

Loading...