Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Anggota DPRA T Irwan Djohan Sebut Pokir Rumah Duafa Dipungli

Anggota DPRA T Irwan Djohan Sebut Pokir Rumah Duafa Dipungli

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Teuku Irwan Djohan kembali membuat heboh dunia maya. di akun facebooknya kali ini ia mempersoalkan perilaku sejumlah oknum  melakukan pungli terhadap warga duafa yang mendapatkan bantuan rumah dari alokasi  anggaran Pokir nya tahun 2020.

Tulisan diunggah diakunnya Teuku Irwan Djohan, Sabtu (11/4/2020) sekitar pukul 08.16 WIB, juga sebagai jawaban atas pesan yang dikirim  seorang warga penerima mamfaat rumah duafa di Alue Naga, Kota Banda Aceh yang mengaku telah dimintai uang Rp 10 juta oleh seseorang yang mengatasnamankan tim Teuku Irwan Djohan.

Berikut kalimat yang ditulis politisi Nasdem tersebut :

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Dalam status-status Facebook saya sebelumnya terkait program Pembangunan Rumah Layak Huni (yang biasa disebut Rumah Dhuafa) dari anggaran Dana Aspirasi atau Pokok Pikiran (Pokir) saya di APBA 2020, berulangkali telah saya umumkan bahwa tidak ada pemungutan biaya apapun yang dibebankan kepada masyarakat atau penerima rumah.

Saya ulangi... Tidak ada pungutan biaya apapun. Baik berupa uang terima kasih, uang fee, uang komisi, atau apapun namanya.

Namun ternyata...

Kemarin saya mendapat SMS dari salah seorang masyarakat penerima rumah di gampong Alue Naga, Banda Aceh.

Pengirim SMS tersebut melaporkan bahwa telah terjadi pemungutan uang dengan alasan bahwa uang tersebut untuk diberikan kepada tim saya.

Oleh karena itu…

Bersama status ini saya tegaskan sekali lagi bahwa saya tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk memungut uang dari masyarakat dhuafa, apalagi dengan mengatasnamakan tim saya, atau tim ini dan tim itu.

Saya juga mengingatkan kepada siapa saja yang pernah menjadi perantara (yang mengumpulkan proposal rumah dari masyarakat dhuafa dan menyerahkan proposal tersebut kepada saya), untuk tidak melakukan pengutipan uang dari masyarakat penerima rumah.

Dan saya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Aceh dimana pun, apabila ada pihak-pihak yang meminta uang terkait pembangunan Rumah Layak Huni, agar berani untuk menolak.

Dan apabila terjadi pemaksaan, saya minta kepada masyarakat untuk tidak ragu-ragu melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Terkait dengan laporan SMS yang saya terima kemarin, saya sudah menindaklanjutinya dengan melaporkan ke Dinas PU PERKIM Aceh, agar Dinas PU mengingatkan kepada masyarakat penerima rumah untuk tidak memberikan satu rupiah pun kepada siapa pun.

Di dalam APBA tahun 2020 ini, saya mengalokasikan anggaran total senilai Rp 7,65 Miliar untuk pembangunan 90 unit Rumah Layak Huni bagi masyarakat dhuafa di Daerah Pemilihan (Dapil) saya.

Nama penerima, nomor KTP, lokasi tanah dan data lainnya, sudah pernah saya umumkan secara rinci pada status Facebook saya sebelumnya.

Saat ini (di tengah merebaknya wabah virus corona), ternyata pihak Dinas PU PERKIM Aceh terus melaksanakan pembangunan Rumah Layak Huni di seluruh Aceh.

Untuk kerja keras Dinas PU PERKIM Aceh tersebut, saya menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih.

Saya berharap pelaksanaan pembangunan Rumah Layak Huni kepada masyarakat yang sudah lama menantikan rumah harapan mereka itu dapat berjalan tanpa kendala apapun.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Tak hanya itu, Irwan Djohan juga meng-capture pesan keluhan  warga tersebut ke dalam statusnya itu. Sayangnya, beberapa kata ditutup dengan  garis bold  merah. Sehingga menimbulkan komentar netizen yang meminta tulisan tidak  ditutup agar jelas pelaku Pungli yang mengatasnamakan tim.

“Kalau bukan dari tim beliau kenapa tidak beliau laporkan ke pihak Penegak hukum agar ada proses hukum dan nama baik terjaga, bila tidak di laporkan akan ada kecurigaan "ada udang dibalik peyek", mungkin begitu kira2” komentar Nazer Abdel.

“Pak Ketua, sebaiknya dibuka saja siapa nama-nya yg minta2 uang ke penerima bantuan Rumah Layak Huni itu, orang model begini sudah sepantasnya diberikan sanksi Sosial. Sekalipun, mungkin dia kerabat kita sendiri.,” tulis Arie.

Beberapa akun memberi komentar tegas, agar Irwan Djohan melaporkan perkara itu ke Polda Aceh. “Itu sudah termasuk pungutan liar yg perlu dilaporkan ke Tim Saber Pungli Polda Aceh,” Helmi Thomin.

Hingga Minggu (12/4/2020) sekitar pukul 15.20 WIB, status itu sudah dibagikan 80 kali, dengan 309 komentar dan disukai 454 orang.

Redaksi anteroaceh.com juga sudah berupaya menghubungi Teuku Irwan Djohan melalui sambungan telepon dan Whatsapp  untuk klarifikasi, namun belum terhubung. 

Komentar

Loading...