Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Anggota DPRA Sebut Perlu Dibangun CRU di Nagan Raya untuk Atasi Konflik Manusia dengan Gajah  

Anggota DPRA Sebut Perlu Dibangun CRU di Nagan Raya untuk Atasi Konflik Manusia dengan Gajah  
Anggota DPRA, Fuadri

SUKA MAKMUE, ANTEROACEH.com  - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menilai perlunya dibangun sebuah lokasi konservasi gajah jinak atau Conservation Response Unit (CRU) di Nagan Raya. 

Hal itu disampaikan anggota DPRA Fuadri MSi, saat merespon  gangguan gajah di Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya dalam dua pekan terakhir ini.

Menurutnya pembanguna CRU dapat  mengatasi konflik manusia dan gajah di kawasan tersebut yang selama ini sangat meresahkan masyarakat. 

"Dengan keberadaan CRU diharapkan dapat lebih maksimal menghalau gajah untuk kembali ke hutan habitatnya," kata Fuadri, Sabtu (30/1/2021),

Selain itu keberadaan CRU, kata Fuadri juga dapat mengawasi dan memonitor habitat gajah yang merupakan salah satu satwa dilindungi.

"Kami meminta pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah Aceh untuk segera turun dan duduk dengan Pemkab Nagan Raya dan segera melakukan langkah cepat mengatasi konflik gajah disana," kata Fuadri.

Menurutnya Fuadri konflik antara gajah dan manusia sudah sangat sering terjadi di Aceh, termasuk wilayah Nagan Raya.

Untuk itu ia mengatakan, Pemerintah Aceh juga perlu memonitor porsoalan itu, terlebih lagi untuk daerah-daerah yang sering terjadi konflik gajah dengan manusia. 

"Dengan itu akan diketahui sehingga konflik gajah dan manusia tidak lagi terjadi di Aceh," harap Fuadri.

Seblumnya sejumlah kebun milik masyarakat di Kecamatan Seunagan Timur rusak diobrak-abrik gajah.

Tidak hanya itu, gajah juga merusak satu unit rumah warga transmigrasi lokal (translok) di  Ketubung Tunong.

Masyarakat yang bermukim di kawasan tersebut kerap ketakutan karena amukan gajah yang terjadi di pemukiman masyarakat setempat.

Komentar

Loading...