Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Anak Tega Bunuh Orang Tua, Ini Kata Dosen Psikolog Umuslim Bireuen

Anak Tega Bunuh Orang Tua, Ini Kata Dosen Psikolog Umuslim Bireuen
Ilustrasi. Foto: Tribunbatam.id

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Kekerasan terhadap orang tua bahkan berujung terjadi pembunuhan bisa dipicu dari tekanan ekonomi, trauma psikologis, narkoba dan ganguan kejiwaan.

Hal itu diungkapkan oleh dosen Psikologi Universitas Almuslim Bireuen, Hera Yanti, S.Psi, M.Psi saat berbincang dengan wartawan anteroaceh.com, Selasa (9/6/2020).

Baca: Ternyata Pembunuh Nek Fatimah di Aceh Utara Adalah Anaknya

Hera mengatakan, jangan anggap remeh efek kekerasan terhadap anak dan pola asuh anak karena itu sangat mempengaruhi tumbuh kembangnya hingga dewasa bahkan seumur hidup.

Ia memaparkan, Tak jarang latar belakang pelaku kekerasan adalah korban kekerasan pada masa lalu, bisa saja itu akibat dari tekanan yang ia terima dari orang-orang disekelilingnya.

“Tak hanya kekerasan fisik yang bisa merubah seseorang latar belakang seperti korban kekerasan seksual, psikologis, verbal, eksploitasi, penjualan anak, hingga penelantaran atau pengabaian terhadap kesejahteraannya. Hal itu juga bukan hanya terjadi di rumah, bisa saja terjadi dalam komunitas masyarakat,” terang Hera. 

Terkait peristiwa pembunuhan seorang ibu oleh anaknya di Aceh Utara pada 8 Juni 2020, Hera menilai tidak menutup kemungkinan pelaku memiliki latar belakang korban kekerasan di masa lalu.

"Mungkin latar belakang pelaku bisa saja sedang mengalami tekanan ataupun pada masa lalu mengalami luka kekerasan yang pernah dialami pelaku, bisa juga luka emosional, perilaku menyimpang, sehingga perilaku seseorang menjadi lebih agresif dan mempengaruhi alam dibawah sadarnya,” kata Hera.

“Meskipun kita tidak tau pasti bagaimana latar belakang kehidupan mereka. Jika ditanya kenapa orang nekat melakukan kekerasan untuk memastikan secara psikologis hal itu harus dilakukan wawancara terhadap pelaku secara mendalam dan melakukan psikotes untuk memastikan faktor apa yang membuat orang melakukan hal tersebut," ujarnya.

Menurut Hera, setiap orang mempunyai masalah masing-masing dan setiap orang juga mempunyai kepribadian yang berbeda beda.

Hera menjelaskan bisa saja perlakuan sang anak terhadap orang tuanya dipicu dari pola asuh kedua orang tua, apabila anak sudah tertekan sejak kecil misalnya mungkin sejak kecil anak sudah tertekan karena orangtuanya pilih-pilih kasih, membeda-bedakan kelakuan kakak dan adiknya, ditambah lagi orangtua pernah melakukan kekerasan fisik terhadap anak, sehingga emosionalnya sudah meradang dari kecil dan membekas hingga dewasa. 

“Selain itu kasus kekerasan juga bisa akibat faktor narkoba sehingga orang jadi nekat melakukan tindakan kekerasan bahkan hingga nekat menghabisi nyawa orang, namun pemakai narkoba belum tentu kejam dan pembunuh,” bebernya.

"Berbicara pengaruh narkoba kita juga harus tau dulu latar belakangnya, sebelumnya orang harus tau dulu apa penyebab orang bisa terjerumus ke hal tidak baik, intinya adalah latar belakan dan orang - orang yang berada disekelilingnya sangat berperan penting untuk mengarahkan kerabat dan orang disayangnya menjadi lebih baik,” uranya.

Diakhir sesi wawancara, Hera berpesan agar kasus-kasus seperti ini dilakukan pemeriksaan mendalam termasuk dilakukan berbagai tes untuk memastikan faktor apa yang membuatnya nekat melakukan hal seperti itu.

Disisi lain Hera juga mengimbau kepada para orang tua untuk memberikan yang terbaik kepada anaknya karena hal itu bisa menghindari kejadian tidak baik.

"Selain menjadi orang tua yang tugasnya mendidik mulai dari pendidikan sekolah dan pendidikan agama kepada anak, orang tua juga harus menjadi sahabat anaknya itu sangat penting dan bisa memudahkan mengontrol pertubuhan anak, pesannya adalah apapun masalahnya lebih baik dibicarakan dan berdiskusilah dengan orang - orang yang dapat anda percayai,"tutup Hera Yanti.

Komentar

Loading...