Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Al Chaidar Sebut TAM Kelompok Teroris 

Al Chaidar Sebut TAM Kelompok Teroris 
Al Chaidar, Pengamat terorisme dari Universitas Malikussaleh Aceh

LHOKSEUMAWE,ANTEROACEH.com - Kelompok Tentara Aceh Merdeka (TAM) di bawah pimpinan Mukhtaruddin bin Saidi alias Siwah adalah kelompok teroris lokal Aceh yang tidak berafiliasi dengan kelompok teroris Nusantara.

“TAM telah banyak beraksi dan tindakan mereka sudah tergolong tindakan terorisme, karena terorganisir, terencana , punya basis primordial, memiliki kepemimpinan organik dan keyakinan mesianik, dan bersifat kekerasan,” sebut pengamat teroris Al Chaidar kepada anteroaceh.com, Jumat (25/9/2020).

Ia mencontohkan tindakan seperti menculik pengusaha Maimun Darwis (44)  di Blang Mangat, Lhokseumawe, atau menculik turis , kemudian meminta tebusan. Hal itu merupakan hal biasa yang dilakukan teroris dimanapun.

TAM adalah kelompok teroris  lokal dan bersifat etno nasionalis, maknanya masih bersifat melanjutkan perjuangan GAM sebelumnya. Dan tidak memiliki kerjasama dengan gerakan teroris di Asia Tenggara seperti Abu Sayyaf di Thailand dan kelompok ISIS pada umumnya seperti JAD di Indonesia.

Penulis buku Aceh Bersimbah Darah ini juga menyimpulkan TAM adalah kelompok pejuang baru yang muncul paska MoU Helsinki atau kelompok yang tak puas dengan kondisi Aceh saat ini paska perjanjian damai itu.

Dari analisa Al Chaidar, TAM muncul dari akar gerakam memerdekan Aceh, yaitu dari gerakan DI-TII tahun 1953-1964, kemudian AM (ASNLF) 1976, selanjutnya pada tahun 1985 lahir GAM. Kemudian setahun  setelah MoU Helsinki terjadi pepecahan dengan munculnya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terbagi dalam dua ideologi yakni Jihadis dan etno nasionalis.

Beberapa gerakan jihadis seperti gerakan Jalin Jantho, kemudian gerakan ISIS di Aceh seperti gerakan Abu Hamzah dan Aulia cs yang pernah terdeteksi di wilayah  Aceh Utara.

Sedangkan KKB yang berlatar belakang  etnonasionalis  seperti Ayah Banta cs  yang melakukan pembantaian di kawasan Geureudong Pase, Din Minimi, Abu Razak, Gambit di Aceh Timur. Popeye , Abu Granat, gerakan Lam Teuba, Tgk Rizal Kuta Blang  dan Rebon.

Sebelumnya Satreskim Polres Lhokseumawe dibantu Unit Jatanras Polda Aceh berhasil menangkap empat tersangka penculik Maimudn Darwis (44) pengusaha asal Kota Lhokseumawe.

MJ dan  IS (28) asal Gampong Tijin, Kecamatan Ulim,  Pidie Jaya, serta AU alias AR (40) asal Gampong Balee Panah, Kecamatan Juli, kabupaten Bireuen, dan J ditangkap di kawasan Bireuen dan Pidie Jaya. Pada 15 dan 16 September lalu. Mereka adalah  kelompok TAM dibawah pimpinan Mukhtaruddin bin Saidi alias Siwah.

Polisi berhasil menyita sejumlah bukti berupa, dua senjata api, seratusan butir peluru,  tiga unit mobil termasuk satu mobil korban yang sempat dibawa pelaku saat membawa paksa korban dari rumahnya di Ulee Blang Mane, Kecamatan Blang Mangat, Kota Kota Lhokseumawe pada Jumat 9 September lalu.

Korban dilepaskan setelah ditebus dengan uang Rp 30 juta. Saat ini polisi masih memburu 4 pelaku lainnya termasuk Mukhtaruddin bin Saidi alias Siwah.

Komentar

Loading...