Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Aktivis SMuR Kecam Penetapan Tersangka Warga Aceh Barat Karena Protes BLT DD

Aktivis SMuR Kecam Penetapan Tersangka Warga Aceh Barat Karena Protes BLT DD

MEULABOH, ANTEROACEH.com – Aktivis Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMuR) Meulaboh mengecam tindakan polisi yang menetapkan Rusdi N bin Nurdin sebagai tersangka, pada kasus yang dilaporkan oleh Keuchik Suak Pante Breuh, yaitu disangkakan dengan pasal 311 ayat 1 KUHP dan 310 ayat 1 KUHP tentang pencemaran nama baik dan fitnah.

Oges selaku Camerad SMuR Meulaboh menilai ada kejanggalan pada kasus tersebut karena masyarakat hanya mempertanyakan kejelasan terkait penyaluran dana BLT pada rapat dengan Muspika tetapi malah dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik.

"Kami menilai bahwa kasus tersebut sangat janggal karena tidak sepatutnya masyarakat yang mempertanyakan kejelasan penyaluran dana BLT pada rapat Muspika malah diseret ke ranah hukum dengan tuduhan pencemaran nama baik," ujar Oges, Rabu (23/9/2020).

Oges juga mengecam, tindakan pihak kepolisian yang melakukan penjemputan tanpa menunjukkan surat tugas terhadap 11 warga desa Suak Pante Breuh yang diangkut paksa ke Polsek Sama Tiga. Hal itu dinilai menyalahi aturan. 

"Kami mengecam tindakan pihak kepolisian yang menjemput 11 orang masyarakat desa  tanpa adanya surat tugas dan menyalahi aturan yang ada pada saat tahap penyelidikan awal di polsek Sama Tiga," ujar Oges.

Selain itu Oges juga meminta pihak kepolisian maupun Inspektorat untuk mengusut penyaluran dana BLT di Desa Suak Pante Breuh.

"Seharusnya pihak kepolisian maupun inspektorat mengusut kejelasan dana BLT tersebut yang entah kemana, bukannya fokus kepada kasus pencemaran nama baik karena itu awal yang menjadi sumber permasalahan," pungkas Oges.

Sebelumnya diberitakan Rusdi N, warga gampong Suak Pante Breuh ditetapkan tersangka setelah dilaporkan Keuchik setempat atas dugaan pencemaran nama baik. 

Laporan itu menyusul aksi Rusdi dan sejumlah warga lainnya mempertanyakan kejelasan penayaluran BLT DD hingga berujung penyegelan kantor Keuchik.

Komentar

Loading...