Aksi Solidaritas Jurnalis Lhokseumawe untuk Nurhadi 

Aksi Solidaritas Jurnalis Lhokseumawe untuk Nurhadi 

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe bersama sejumlah lembaga profesi pewarta lainnya berunjukrasa,  Rabu (8/4/2021) siang  menuntut penegakan hukum terhadap kasus penganiaaan dan intimidasi terhadap Nurhadi pewarta Tempo di Surabaya.

Unjukrasa dilakukan seputar Taman Riyadah pusat Kota Lhokseumawe dikawal sejumlah anggota Kepolisian dari Polsek Banda Sakti dan Polres Lhokseumawe.  diawali dengan aksi meletakkan badge di jalan sebagai simbol matinya kebebasan pers dengan semakin maraknya aksi kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia.

Kemudian dilanjutkan dengan orasi  oleh sejumlah pewarta yang menuntut Kapolres menindak pelaku kekerasan terhadap Nurhadi dan menuntaskan sejumlah perkara kekerasan terhadap pekerja media lainnya.

Koordinator aksi  Zaki Mubarak mengatakan kekerasan atau dugaan penganiayaan terhadap jurnalis  Tempo Nurhadi terjadi pada Sabtu, 27 Maret 2021. Saat itu Nurhadi  mendapat tugas mewawancarai tersangka kasus suap pajak, Angin Prayitno Aji. 

Kebetulan saat itu Bekas Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan itu sedang menggelar resepsi pernikahan anaknya di Graha Samudera Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut Morokrembangan Surabaya. 

Saat itu Nurhadi ditangkap dan dibawa ke musala di belakang gedung. Disana ia dianiaya oleh dua oknum polisi pengawal Angin Prayitno. Korban  ditampar, dipukul tengkuknya, dipiting hingga  dijambak sambil diinjak kaki. Kedua oknum itu juga merampas Hp milik Nurhadi. Kemudian korban sempat disekap di Hotel Arcadia selam dua jam.

“Nurhadi dianiaya saat menjalankan tugas jurnalistiknya dengan investigasi dalam peliputan kasus suap pajak diduga juga melibatkan Angin Prayitno yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK,” jelas Zaki yang juga pimpinan Sekolah Jurnalis Basri Daham.

Atas kejadian itu, wartawan   menuntut Kapolri tegas dan menindak oknum yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Kita  punya tiga tuntutan , pertama kasus tersebut harus diusut tuntas, kedua polisi harus profesional dan berani menindak oknum polisi atau TNI yang terbukti bersalah. Terakhir pesan kita agar para wartawan tetap bertugas sesuai kode etik pers,” tegasnya. 

Menurutnya selain AJI, sejumlah wartawan yang tergabung  IJTI, PWA dan sejumlah unsur mahasiswa ikut berpartisipasi dalam aksi damai tersebut.

Komentar

Loading...