Ajudan Sekda Bireuen Minta Maaf, Insiden Aniaya Kasie Kesbangpol Berakhir Damai

Ajudan Sekda Bireuen Minta Maaf, Insiden Aniaya Kasie Kesbangpol Berakhir Damai
Sekdakab Bireuen Ibrahim Ahmad saat diwawancara wartawan soal pemukulan pejabat oleh ajundannya.

BIREUEN, ANTEROACEH.com - Insiden penganiayaan Kasie Hubungan Antar Lembaga Kesbangpol Bireuen Bapak Adli oleh oknum ajudan Sekda Bireuen berakhir damai.

Pelaku telah meminta maaf secara langsung kepada korban dan tertulis dalam kesepakatan damai di ruang Asisten II Kantor Bupati Bireuen pada Rabu (19/5/2021) sekitar pukul 12.30 WIB.

Perdamaian itu ikut dihadari istri korban, Kepala Kesbangpol Pak Zaldi, bagian hukum, Mawardi Kepala BKPSDM  dan sejumlah pihak lainnya.

“Sudah damai di ruang asisten II Setdakab , korban sudah meminta maaf dan tidak mengulangi perbuatannya. Pak Adli tidak akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum,” ungkap keluarga korban saat dihubungi anteroaceh.com, Jum’at (21/5/2021).

Menurutnya korban juga  telah memaafkan pelaku  dan sudah ikhlas dengan kejadian tersebut. Untuk korban juga tidak menuntut biaya perobatan luka dalam perjanjian damai tersebut.

Sementara itu saat ditemui sejumlah wartawan Sekda Bireuen Ibrahim Ahmad membenarkan telah terjadi perdamaian.  

Ia mengaku tidak bisa hadir pada acara itu karena sedang bertugas sebagai penguji Job Fit calon pejabat  Bireuen.

“Kedua belah pihak sudah berdamai.  Kebetulan saya tidak bisa hadir karena sedang ada Job Fit diatas,” kata Sekda.

Katanya kasus pemukulan tersebut tidak terjadi dengan serta merta, pasti ada sebabnya. Namun kita tidak perlu lagi mempersoalkan hal itu. Apalagi   keduanya adalah bawahannya jadi harus diselesaikan secara kekeluargaan.

Sebelumnya dikabarkan, Adli SE  dianiaya hingga  memar di kepala oleh oknum ajudan Sekdakab Bireuen di kantor bupati setempat, pada Selasa 18 Mei 2021.

Insiden memalukan itu terjadi saat korban hendak menghadap Sekda untuk mengklarifikasi soal korban merekam video kerumunan ASN tidak pakai masker. Akibat kejadian itu, Kepala Seksi Antar Lembaga di Badan Kesbangpol Bireuen itu harus mendapat pengobatan medis.

Adli mengaku kejadian itu berawal saat ia diperintahkan Kepala Kesbangpol,  Zaldi untuk menghadap Sekda, kemudian ia buru-buru menuju ke kantor bupati untuk menemui Sekda di ruang Asisten II. Kebetulan saat itu pak Sekda sedang tidak di tempat, namun dalam ruang itu semacam ada rapat yang dihadiri oleh beberapa pejabat.

“Saat itu saya buka pintu saya tidak lihat tidak ada pak Sekda, hanya ada beberapa pejabat lain, kemudian saya tutup lagi pintunya dan menunggu di lobi. Tak lama kemudian muncul ajudannya tanpa basa basi langsung memukul saya, saya tidak melawan hanya berusaha menolaknya agar tidak dipukul lagi,” aku Adli.

Ia mengaku sejumlah pejabat yang sebelumnya berada di ruang asisten II keluar setelah mendengar keributan itu, kemudian melerai. Ia mengaku tidak tahu mengapai dianiaya , karena merasa tidak punya sengketa apapun dengan pelaku.

Komentar

Loading...