Ada Sanksi Hukum, Kapolres Abdya Minta Masyarakat Hentikan Penyerobotan Lahan Eks HGU

Ada Sanksi Hukum, Kapolres Abdya Minta Masyarakat Hentikan Penyerobotan Lahan Eks HGU
Kapolres Aceh Barat Daya (Abdya) AKBP Muhammad Nasution

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com -  Kapolres Aceh Barat Daya (Abdya) AKBP Muhammad Nasution meminta masyarakat untuk menghentikan aktivitas penyerobotan lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT Cemerlang Abadi di Gampong Cot Seumantok, Kecamatan Babahrot

Pasalnya, apabila masyarakat masih tetap melakukan penggarapan lahan tersebut secara ilegal maka akan berurusan dengan hukum berlaku.  

“Dalam rapat kemarin Forkopimkab Abdya sepakat bahwa masyarakat-masyarakat yang disana itu sudah jelas melakukan kesalahan dan melanggar hukum. Jadi, harapan saya warga jangan masuk lagi ke sana, karena ada imbas hukumnya nanti,” ungkapnya, Rabu (7/7/2021).

Untuk menghindari warga diproses hukum, Forkopimkab Abdya sepakat masing-masing instansi mengambil peran serta memberikan penjelasan kepada masyarakat agar tidak mengambil lahan secara ilegal.

“Sebelumnya kita sudah pernah juga menghimbau dan memasang palang larang masuk ke kawasan itu, tapi, masih juga dilanggar. Jadi, kedepan siapapun yang langgar kita proses secara hukum berlaku,” tegasnya.

Untuk itu lanjutnya, sebelum diambil keputusan tegas, pihak Polres bersama unsur Forkopimkab Abdya terlebih dahulu turun memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

“Karena masyarakat ada yang kurang faham dan juga ada pihak-pihak yang memprovokasi, maka kita sepakat lakukan sosialisasi dulu. Jadi, nanti semua unsur turun memberikan sosialiasi kepada warga,” katanya.

Kapolres berharap masyarakat untuk bersabar, karena memang ada haknya melalui jalur prosedural. Meskipun tanah tersebut didapatkan harus berdasarkan aturan dan undang-undang yang berlaku.

“Kalau nanti sudah jelas dibagikan, maka masyarakat boleh mendaftarkan diri agar dapat bagian tanah tersebut,” pungkasnya.

Komentar

Loading...